188 Kilometer Jalan Di Kuningan Rusak

Perbaikan jalan di Kuningan/RMOLJabar
Perbaikan jalan di Kuningan/RMOLJabar

Ruas jalan di Kabupaten Kuningan masih banyak yang perlu diperbaiki dan dalam kondisi rusak. Hal ini menjadi kendala di saat pandemi Covid-19, anggaran untuk proses perbaikan jalan kabupaten masih terbatas. 


Kepala Bidang Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Teddy Sukmajayadi menerangkan, 188 kilometer jalan di Kabupaten Kuningan dalam kondisi rusak.

"Dari total ruas jalan yang ada sepanjang kilometer, ada jalan yang dalam kondisi baik mencapai 612,98 kilometer," terang Teddy kepada Kantor Berita RMOLJabar, Senin (7/6). 

Teddy merinci, total jalan 800,98 kilometer, ada yang dianggap baik dari hasil survei sampai akhir 2020 itu sepanjang 612,98 kilometer. Sementara yang rusak ada 188 kilometer. 

Untuk memperbaiki 188 kilometer jalan yang rusak itu, Teddy menjelaskan, tahun ini pihaknya baru bisa memperbaiki 42 kilometer jalan saja. Hal itu disebabkan karena keterbatasan anggaran yang tersedia.

"Untuk memperbaiki jalan yang rusak tahun ini ada anggaran dari APBD dan DAK Kuningan untuk 21 kilometer dan bantuan provinsi juga 21 kilometer, jadi tahun ini totalnya yang bisa diperbaiki 42 kilometer dari 188 kilometer jalan yang rusak," jelasnya. 

Sedangkan, lanjut Teddy, untuk pemeliharaan jalan yang masih dalam kondisi baik, menurutnya tahun ini baru bisa dilakukan sekitar 30 persen dari 612,98 kilometer.

Teddy mengungkapkan, jika jalan di Kabupaten Kuningan ingin seluruhnya dalam kondisi baik, diperlukan biaya sekitar Rp581 miliar. Pihaknya juga telah mengajukan dana tersebut ke pemerintah untuk perbaikan tahun 2022 mendatang.

"Yang jadi PR kita dari total 800,98 kilometer itukan ada kondisi yang dianggap baik ada 612 km, itupun harus dipelihara. Untuk pemeliharaan rutin kitapun baru bisa menangani maksimum 30 persen," ungkapnya. 

"Yang sudah diusulkan ke pemerintah pusat, provinsi maupun daerah itu totalnya Rp581 miliar kurang lebih kalau jalan di Kuningan pengen 100 persen baik, termasuk penanganan bencana misal ada yang rusak karena longsor dan lainnya," pungkasnya.