Program MBKM Arsitektur UNSUB Garap Ekowisata Di Bunikasih Subang

Program MBKM Universitas Subang (UNSUB)/Ist
Program MBKM Universitas Subang (UNSUB)/Ist

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Subang (UNSUB) Fakultas Teknik, jurusan Arsitektur, yang membangun kampung Ekowisata di kampung Bunikasih Desa Cupunagara Kecamatan Cisalak-Subang, telah menuai hasil yang dapat di rasakan oleh masyarakat Bunikasih.


MBKM yang sudah berjalan sejak Oktober 2020 itu, telah menghasilkan karya mahasiswa UNSUB. Seperti akses jalan hotmix, yang sudah mencapai 227 meter dan pengerasan jalan sudah mencapai 200 meter.

"Untuk Ekowisata Bunikasih yang dilaksanakan oleh Universitas Fakutas Teknik alhamdulillah sudah terealisasi, meskipun belum sepenuhnya selesai," jelas Susanto salah satu dosen Jurusan Arsitek dan Ketua Pelaksana, Senin (8/2).

Ekowisata yang dikembangkan di kampung Bunikasih, lanjut Susanto, merupakan program untuk menciptakan kampung yang berbasis wisata dengan mengedepankan menjaga serta merawat lingkungan alam sekitar. Kegiatan tersebut berjalan berkat dukung dana Corporate Social Resposibility (CSR) bank bjb Subang, dan bantuan dari dinas PUPR.

"Iya benar kegiatan ini di support oleh bank bjb Subang, saya ucapkan terimakasih, sehingga mahasiswa memiliki keterampilan dan skill yang mumpuni dengan langsung bersentuhan dengan masyarakat," lanjutnya.

"MBKM ini berbeda dengan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sudah ada. Jadi mahasiswa jurusan Teknik Sipil ini wajib mengikuti program ini, karena selain ijazah akan ada sertifikat khusus setelah mengikuti MBKM," tambah Susanto.

Sementara itu, mahasiswa Fakultas Teknik UNSUB yang mengikuti program MBKM ini, Lisa Nurmala mengaku belajar secara langsung di lapangan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat sangat membantu pemahaman secara teoritis ketika belajar di kelas.

"Program yang sudah selesai dilaksanakan seperti perkerasan jalan yang difinishing dengan hotmix, gerbang kampung wilujeng sumping, bacdrop bambu Bunikasih, dan gardu pandang. Pembangunan selanjutnya pembangunan balai musyawarah dan 1 homestay yang menempel di rumah warga sebagai pemiliknya," ujar Lisa. 

Selanjutnya, menurut Amar salah satu mahasiswa UNSUB yang berperan dan berkontribusi atas pembangunan Ekowisata Bunikasih mengatakan, sebelumnya, dulu jalan umum yang digunakan masyarakat ini, hanya jalan setapak yang hanya bisa di lalui motor saja.

"Alhamdulilah sekarang jalan sudah dilebarkan, mobil bisa masuk melalui jalan ini. harapan kami, mudah-mudahan dengan adanya jalan ini, perekonomian masyarakat meningkat. Di samping itu, karena kampung Bunikasih merupakan tempat indah dan bagus, di sini ada gardu pandang yang kami rancang untuk wisatawan untuk melihat keindahan alam dari atas gardu, dan air terjun yang jumlahnya puluhan, kami rawat dan jaga untuk warga," beber Amar.

Selain itu, salah satu warga Bunikasih Ayi merasa sangat bersyukur dengan adanya mahasiswa dari UNSUB yang sudah membantu masyarakat, baik akses jalan maupun fasilitas wisata untuk wisatawan yang dikelola oleh masyarakat.

"Alhamdulilah, saya sangat bersyukur dengan adanya mahasiswa UNSUB ini warga terbantu, ada tempat wisata dan membantu mempromosikan produk unggulan kami gula aren," ujar Ayi.