3 Senator AS Berusaha Membatalkan Kontrak Penjualan Senjata Ke UEA

Jet tempur F-35/Net
Jet tempur F-35/Net

Kontrak penjualan senjata canggih Amerika Serikat ke Uni Emirat Arab (UEA) senilai 23 Miliar Dolar mulai dipermasalahkan. Tiga orang Senator Amerika Serikat, Bob Mendez, Chris Murphy dan Rand Paul akan mengajukan empat resolusi terpisah untuk membatalkan kesepakatan yang telah di buat Presiden Donald Trump.


Dikutip Al Jazeera, Kamis (19/11), dalam kontrak puluhan miliar dolar AS tersebut  Uni Emirat Arab akan membeli jet tempur siluman F-35 beserta rudal udara ke udara, drone Rapier dan berbagai Alutsista canggih lainnya.

Para senator tersebut menilai Presiden Trump terlalu terburu-buru menyetujui kontrak penjualan senjata tersebut. Mereka juga menuding Departemen Pertahanan tak melakukan study yang layak terkait resiko penjualan senjata tersebut terhadap kemanan nasional Amerika Serikat.

Keterlibatan UEA dalam konflik Yaman dan Libya dianggap para senator tersebut sebagai “perilaku” berbahaya.

“Uni emirat adalah mitra keamanan yang penting. Namun “perilku” merka akhir-akhir ini mengindikasikan senjata-senjata tersebut mungkin akan digunakan untuk melanggar hukum Amerika Serikat dan internasional. UEA telah melanggar kesepakatan penjualan senjata Amerika Seriakat untuk menghentikan upaya mempersenjatai milisi berbahaya,mereka juga tak mengindahkan hukum internasional di Libya dan Yaman,” kata Murphy dalam penyampaian penyataaanya di Senat Amerika Serikat.

Kontrak penjualan senjata canggih itu merupakan bagian dari negosisasi upaya normalisasi hubungan diplomatik UEA dengan Israel.

Senat dan dan House of Representative di Amerika Serikat punya kewenangan untuk meninjau ulang dan mebatalkan penjual senjata melalui mekanisme mereka sendiri.

Murphy menegaskan bila pejualan senjata besar-besaran  yang bisa menimbulkan konsekuensi buruk tersebut tidak boleh terjadi .

“Congress harus bertindak untuk menghentikan penjual senjata berbahaya ini,” tandasnya.