33 Cafe Ditutup dan Didatangi Bupati Pangandaran Semalam, Warga Minta Keadilan ke Desa

Warga cafe saat meminta keadilan ke Desa Wonoharjo, Kecamatan Pangandaran, Pangandaran/RMOLJabar
Warga cafe saat meminta keadilan ke Desa Wonoharjo, Kecamatan Pangandaran, Pangandaran/RMOLJabar

Pasca penutupan 33 cafe di Objek Wisata Pantai Pangandaran hingga Batuhiu beberapa waktu lalu dan didatangi Bupati, Jeje Wiradinata tadi malam, sejumlah warga minta keadilan ke kantor Kepala Desa Wonoharjo, Kecamatan Pangandaran.


Diketahui, sebelumnya warga pengelola 33 cafe yang tersebar di Objek Wisata Pantai Pangandaran dan Batuhiu sempat mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat beberapa waktu lalu.

Namun nahas, kedatangan mereka untuk audiensi dan meminta kejelasan sebelum penutupan terjadi tidak membuahkan hasil dan massa harus pulang dengan tangan hampa.

Salah seorang Pengelola Cafe di Pangandaran, Saryono menjelaskan, pihaknya terpaksa melakukan audiensi kembali ke Desa Wonoharjo untuk meminta keadilan pasca tempat usahanya ditutup.

"Ketika tadi malam Pak Bupati yang datang langsung ke Cafe Sahabat untuk melakukan penutupan, maka kami mengharap agar semua tempat hiburan jangan sampai dipilih kasih," ungkap Saryono kepada Kantor Berita RMOLJabar, Senin (28/11).

Keinginan masyarakat pengelola cafe, Saryono berharap, semua tempat hiburan malam seperti tempat karaoke dan kampung turis juga sama-sama ditutup agar timbul keadilan.

"Kalau mau ditutup ya tutup total saja, biar masyarakat tidak terus berharap. Kalau mau sementara, ya semua tempat hiburan dong sekalian," tuturnya.

Beberapa waktu lalu, ucap Saryono, ia dan beberapa warga sempat mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pangandaran untuk meminta pendapat dan solusi, namun jawaban pasti sebelum penutupan 33 cafe terjadi tidak didapatkan.

"Ya enggak ada solusi apapun dari DPRD. Kami tidak masalah kalaupun mau ditutup. Yang penting ada keadilan kalau mau Pangandaran kondusif," tegasnya.

Kalaupun nanti terjadi tidak kondusif, tutur Saryono, ia mengaku tidak akan bisa membendung kehendak masyarakat untuk tidak arogan dan menyerahkan seluruh ekses yang timbul kepada Pemerintah.

"Ada apa sampai Bupati turun langsung, kami jadi curiga ada campur tangan dari salahsatu perusahaan yang bermain dalam isu penutupan cafe ini," tutupnya.