7.277 Mahasiswa Baru Diterima ITB, Termuda 16 Tahun

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Jaka Sembiring/Ist
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Jaka Sembiring/Ist

7.277 mahasiswa baru Semester I Tahun Akademik (TA) 2021/2022 diterima Institut Teknologi Bandung (ITB). Jumlah tersebut terdiri atas 4.355 mahasiswa Program Sarjana, 2.224 mahasiswa Program Magister, 326 mahasiswa Program Doktor, dan 372 mahasiswa Program Profesi.


Hal itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Jaka Sembiring pada acara Penyambutan Mahasiswa Baru (PMB) secara daring dan disiarkan langsung di kanal Youtube ITB, Senin (16/8) kemarin. Jumlah tersebut meningkat pada masing-masing program jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Pada PMB ini, tercatat mahasiswa termuda untuk Program Sarjana adalah Andi Safa Afianzar (TPB-FMIPA) umur 16 tahun, Program Magister yaitu Talitha Kayla Amory (Informatika-STEI) umur 19 tahun 11 bulan, Program Doktor yaitu Syed Saquib (Teknik Kimia-FTI) usia 22 tahun 7 bulan. Selain itu, terdapat mahasiswa tertua pada Program Doktor yaitu Rudy Setyo Purnomo (Prodi Sains Management-SBM) dengan usia 69 tahun 5 bulan.

"ITB memang memberikan kesempatan kepada siapapun untuk mengikuti perkuliahan tanpa memandang asal daerah, gender, serta usia, sepanjang memang memenuhi kualifikasi akademik,” kata Prof. Jaka.

Prof. Jaka kemudian menyampaikan Harkat Pendidikan sangat penting bagi ITB. Harkat pendidikan dapat dimaknai sebagai kemuliaan Pendidikan di ITB yang terletak pada nilai-nilai luhur dan kecakapan yang menjadi panduan dan dilaksanakan selama menjalani pendidikan di ITB.

“Harkat pendidikan menjadi begitu penting karena perkembangan teknologi dan perkembangan humanity dalam dua dekade terakhir begitu cepat berubah dan tidak bisa diprediksi. Turbulensi ini akan menjadi norma di abad 21,” ujarnya.

Harkat Pendidikan ITB memaknai kembali moto “In Harmonia Progressio” yang menjadi landasan membangun kehidupan kampus sejak 1920 ke dalam konteks kekinian, yaitu keselarasan dalam empat dimensi kemanusiaan: fisik, nalar, emosi, dan spiritual.

Di atas nilai-nilai keselarasan itu, perlu dibangun pula kecakapan yang menjadi bekal bagi seluruh lulusan ITB. Terdapat tiga kecakapan yang perlu dibangun, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Prof. Jaka mengingatkan bahwa jalan menuju masa depan akan sangat bergejolak, penuh ketidakpastian, dan memiliki kompleksitas yang tinggi. Untuk itu, nilai-nilai akademik yang tertanam di Kampus ITB perlu dipegang teguh di mana pun lokasi kampus berada karena nilai-nilai ITB tidak bergantung lokasi dan tidak lekang oleh waktu.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Jaka berpesan kepada mahasiswa baru untuk mengikuti sebaik-baiknya seluruh proses akademik ITB, dan jadikan atmosfer akademik ITB sebagai budaya bekerja dan  belajar. Atmosfer akademik itu merupakan lingkungan dinamis yang tidak dipengaruhi oleh daring atau luring.

“Kondisi pandemi ini dimaknai sebagai tantangan untuk berinovasi. Itulah semangat ITB, itulah semangat yang diwariskan oleh pendahulu ITB, yang harus terus dilestarikan,” pesannya seperti dikutip dari laman ITB.

Sementara itu, Rektor ITB Prof. Reini Wirahadikusumah menyampaikan selamat datang kepada putra dan putri terbaik bangsa di Institut Teknologi Bandung. Selamat mengisi hari-hari produktif di masa muda untuk menjadi insan dewasa yang sebaik-baiknya, yaitu menjadi insan yang paling bermanfaat bagi orang lain.

“Dalam keharmonian, kita bersama-sama menghadapi masa sulit, dalam keharmonian, kita maju bersama ‘In harmonia progressio’,” pungkasnya.