Akibat Corona, Tidak Ada Posko Pengungsian Untuk Masyarakat Terdampak Bencana

Sebagian wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam sepekan terakhir dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor. Padahal, pemerintah daerah serta masyarakat tengah dihadapkan pada pandemi virus corona Covid-19.


Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Duddy Prabowo menerangkan, di tengah keprihatinan dalam menghadapi pandemi Covid-19, beberapa wilayah di KBB dalam sepekan terakhir pun mesti menghadapi bencana.

Pada 26 Maret 2020, terjadi banjir bandang di Kecamatan Gununghalu. Pada tanggal 29 hingga 31 Maret 2020, banjir bandang kembali terjadi dan menimpa wilayah Kecamatan Ngamprah dan Padalarang.

Disamping itu, longsor juga terjadi di beberapa wilayah seperti Kecamatan Padalarang, Cikalongwetan, Ngamprah, Cihampelas, serta Lembang.

Akibat kejadian tersebut, terangnya, BPBD KBB telah melakukan rapat koordinasi untuk peningkatan status penanganan bencana, mengingat beberapa infrastruktur mengalami kerusakan sehingga perlu adanya percepatan perbaikan.

"Yang pertama ada jembatan terputus di Gununghalu, kemudian ada jalan yang amblas juga, dan ini jalan poros penghubung antara Kabupaten Bandung Barat dengan Kabupaten Cianjur, InsyaAllah kami akan melakukan langkah-langkah penanggulangan kedaruratan," terang Duddy saat ditemui, Jumat (3/4).

Dipaparkan dia, peningkatan status salah satunya agar bisa mengakses dana bantuan yang diperuntukkan bagi perbaikan sarana prasarana khususnya memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana.

"Kita baru rapat kemarin jadi kurang lebih 14 hari untuk gambarannya. Jadi belum bisa kita informasikan nanti kalau sudah ada tandatangan Pak Bupati baru kita informasikan (untuk peningkatan status)," jelasnya.

Dengan ditetapkannya imbauan social distancing dan physical distancing di tengah bencana yang menimpa masyarakat KBB, BPBD berkomitmen melakukan penanggulangan dan tidak berdiam diri membantu masyarakat terdampak.

"Karena ini tugas dan peran BPBD untuk melakukan upaya penanggulangan bencana namun kami tetap memerhatikan kaidah-kaidah yang sudah digariskan baik protokol dari pihak kesehatan maupun dari pemerintah pusat kaitan social distancing maupun physical distancing, mudah-mudahan kita sehat semua," ujarnya.

Disinggung soal rumah warga terdampak banjir bandang dan longsor, dia menyebutkan, sehubungan masih berlangsungnya Covid-19, penanganan masyarakat terdampak tidak lagi ditempatkan di posko pengungsian namun diarahkan mengungsi ke rumah saudara atau kerabat terdekat.

"Semaksimal mungkin kami arahkan ke rumah kerabatnya karena kalau dalam satu tenda dalam satu kerumunan lebih riskan dan berisiko," pungkasnya.