Akibat Covid-19, Dua Perwira Polda Lampung 'Gugur'

Ilustrasi polisi/Net
Ilustrasi polisi/Net

Dua perwira Polda Lampung dikabarkan meninggal akibat positif Covid-19. Keduanya adalah Dirpam Obvit Polda Lampung Kombes Pol Yusmanjaya dan Kepala BNN Kabupaten Waykanan AKBP Taufik Taohir.


Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Lampung, Reihana mengatakan, RSUD Abdul Moeloek sudah melaporkan bila keduanya meninggal dunia karena Covid-19. Kombes Pol Yusmanjaya meninggal pada Rabu (13/1), pukul 15.55 WIB dan AKBP Taufik BM Tohir meninggal, Selasa (12/1), pukul 23.30 WIB.

Mendengar kabar tersebut, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengaku, keluarga besar Polda Lampung sangat kehilangan sosok yang bersahaja, akrab, dan ketat dalam menjaga protokol kesehatan.

"Almarhum juga sosok yang rajin menjaga kesehatan dengan rutin bersepeda," katanya, Rabu (13/1) malam.

Menurutnya, almarhum juga rajin jadi imam salat lima waktu di Masjid Polda 3. Ia berharap almarhum husnul khotimah.

"Kami turut berduka cita yang mendalam, semoga beliau tenang di peristirahatan terakhir dan keluarga yang ditinggalkan tabah,” ungkapnya seperti dilansir Kantor Berita RMOLLampung.

Disinggung soal pemakaman almarhum, Pandra belum mengetahuinya. “Kami belum tahu pemakamannya di mana, karena rumah beliau di Yogyakarta,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Waykanan AKBP. Taufik BM Tohir meninggal dunia diungkapkan Plt Kasie P2M BNN Waykanan Yopi Aswin, Selasa (12/1).

Sebelumnya, almarhum dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Bandarlampung.

Upacara pemakaman almarhum dipimpin langsung oleh Bupati Waykanan Raden Adipati di Kampung Waytuba, Kecamatan Gununglabuhan, pukul 09.40 WIB.

Raden Adipati Surya mewakili keluarga dan pemerintah mohon keikhlasan seluruh masyarakat yang pernah kenal dan berhubungan dengan almarhum serta dapat memaafkan apabila ada kekeliruan dan kehilafan selama ini.

"Selama bergaul baik dalam keluarga dan pemerintahan, almarhum dikenal cukup baik dan sangat familiar sehingga selama beliau bertugas di Waykanan dapat terlaksana dengan baik pula, akan tetapi sebagai manusia tentu tak luput dari khilaf dan alfa, oleh sebab itu mohon dimaafkan,” jelas Adipati.