Aksi Depan DPRD Pangandaran Diwarnai Kericuhan, Beberapa Massa Jatuh Pingsan

Massa aksi yang bersitegang dengan petugas keamanan di depan Gedung DPRD Pangandaran/RMOLJabar
Massa aksi yang bersitegang dengan petugas keamanan di depan Gedung DPRD Pangandaran/RMOLJabar

Aksi menuntut kejelasan Program Pangandaran Hebat (Pahe) dan beberapa program yang belum dibayarkan pada 2020 kembali dilakukan massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STITNU Al Farabi Pangandaran.


Dalam aksi tersebut, sempat terjadi bersitegang antara massa aksi dan petugas keamanan sehingga terjadi saling dorong dan ricuh karena massa berupaya merangsek masuk ke dalam gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Akibat ricuh yang terjadi dalam aksi massa yang dilakukan oleh PMII Komisariat STITNU Al Farabi beserta massa tambahan yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Santri Pangandaran dengan petugas keamanan, beberapa korban sempat berjatuhan pingsan.

Kendati demikian, aksi massa terus berjalan hingga terjadi pembakaran atribut demonstrasi, bahkan upaya penurunan bendera setengah tiang di halaman Kantor DPRD Kabupaten Pangandaran sempat terjadi.

Ketua PMII Komisariat STITNU Al Farabi Pangandaran, Yusuf Sidik mengaku, sempat menerima pukulan di kepala bagian belakang yang mengakibatkan dirinya sempat pingsan.

"Nggak tahu siapa orangnya yang mukul, karena saya nggak melihat. Cuma saya merasa pusing setelah kepala bagian belakang saya dipukul,” ungkap Yusuf, Senin (7/6).

Ricuh dan aksi saling dorong, kata Yusuf, terjadi saat massa hendak mencari Ketua DPRD ke dalam ruangannya. Namun, pencarian tidak jadi karena dihalang-halangi petugas keamanan.

"Ya kami geram, beberapa kali sebelumnya kami tidak pernah ditemui. Bahkan aksi yang dilakukan kedua kali pasca empat hari terakhir, Ketua DPRD juga tidak ada,” tuturnya.