Alarm Demokrasi Berbunyi, Rakyat Makin Takut Nyatakan Pendapat

Hasil survei Indikator Politik Indonesia/Net
Hasil survei Indikator Politik Indonesia/Net

Rakyat Indonesia semakin takut untuk menyatakan pendapat di muka umum. Terbukti dari survei nasional yang dilakukan Indikator Politik Indonesia, hampir mayoritas setuju saat ditanya apakah warga saat ini merasa takut menyampaikan pendapat.


Survei bertajuk "Politik, Demokrasi Dan Pilkada Di Era Pandemi Covid-19" itu membeberkan, sebanyak 21,9 persen sangat setuju dan 47,7 persen agak setuju takut untuk menyatakan pendapat. Sementara yang kurang setuju dengan pendapat itu hanya 22,0 persen dan yang tidak setuju sama sekali hanya 3,6 persen.

"Ini alarm, lagi-lagi kita ingatkan, ada situasi yang di bawah alam sadar, masyarakat mulai takut ngomong. Terlepas berkualitas atau tidak berkualitas ataupun pendapat mereka pro atau kontra dalam demokrasi harus mendapatkan tempat yang sama dengan mereka yang pro pemerintah," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (25/10).

Kemudian, hasil survei kondisi demokrasi memperlihatkan bahwa rakyat yang merasa Indonesia menjadi kurang demokratis lebih banyak ketimbang mereka yang merasa Indonesia sudah lebih demokratis.

"Indonesia menjadi kurang demokratis sebanyak 36,0 persen. Indonesia tetap sama keadaannya 37,0 persen. Sementara itu yang menyatakan Indonesia menjadi lebih demokratis hanya 17,7 persen," ujar Burhanuddin.

Pengambilan sampel survei nasional Indikator Politik Indonesia ini diselenggarakan sejak 24 sampai 30 September 2020 dengan melibatkan 1.200 responden di seluruh Provinsi Indonesia.

Survei ini menggunakan metode simple random sampling dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,9 persen.