Alkes Dalam Negeri Tak Kalah dari Produk Luar, Gakeslab: Pemerintah Jangan Hanya Bangga, Harus Beli

Penggunaan alat kesehatan (Alkes) karya anak bangsa diharapkan semakin menggeliat dengan adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2022. Pasalnya, selama ini penyerapan produk alat kesehatan dalam negeri dinilai masih berjalan lamban.


Ketua Umum Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Indonesia, Sugihadi HW mengatakan, kualitas alat kesehatan lokal tak kalah dengan produk luar negeri. Menurutnya, anggota Gakeslab memproduksi alat kesehatan sesuai dengan standar dan aturan dari Kementerian Kesehatan. 

"Kalau bicara kualitas alat kesehatan kita sudah punya filter. Kalau alat kesehatan itu sudah disaring pada waktu alat kesehatan itu dapat izin edar, harus ada standar mutu, kalau tidak memenuhi standar mutu tidak ada izin edar," kata Sugihadi, Rabu (13/7).

Gakeslab tengah menggelar pameran alat kesehatan dalam negeri terbesar di Jawa Barat yang diikuti 95 produsen alat kesehatan dalam negeri. Selain promosi, pameran yang digelar di Ballroom Sudirman Kota Bandung itu juga diharapkan semakin memantik minat untuk menggunakan alat-alat kesehatan dalam negeri.

"Kali ini terlihat sudah begitu banyak produksi dalam negri yang bisa kita tampilkan, ini respons kami untuk memenuhi kebutuhan dari pemerintah untuk alat kesehatan khususnya produk dalam negeri, harapan kami banyak produksi dalam negeri ini dibeli oleh pemerintah," ujarnya.

Sugihadi berharap, Inpres nomor 2 tahun 2022 benar-benar direalisasikan pemerintah khususnya di tingkat daerah.

"Kita harapkan pemerintah benar-benar mau memakai produk dalam negeri. Jangan hanya bangga tapi harus juga membeli," tandasnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Nina Susana Dewi mengaku terkejut dengan banyaknya alat kesehatan dalam negeri yang dipajang dalam pameran tersebut. Nina yang sempat meninjau langsung pameran mengaku masih banyak alat kesehatan maupun produsen lokal yang selama ini kurang terekspos.

"Setelah saya melihat ternyata selama ini memang kurang terinformasi bahwa di Jawa Barat itu bahwa di bawah aglomerasi Bandung Raya itu ternyata luar biasa produsennya itu ada di kita dan saya lihat tadi kualitas alat tidak kalah bagus dari prodak luar," kata Nina.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendukung penuh dan tengah berupaya untuk merealisasikan Impres nomor 2 tahun 2022. Nina mengklaim pihaknya telah merekomendasikan fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di Jabar untuk menggunakan 25 persen alat kesehatan produk dalam negeri. 

"Dinkes sudah sosialisasikan ke 27 Kabupaten/Kota untuk mengikuti intruksi presiden, Intruksi persiden harus kita tindak lanjut dengan bijak karena di dalam pengadaan kita mempunyai prosesnya sendiri itu tidak boleh dihilangkan. Kalau mutunya bagus ini akan meningkat dengan sendirinya. Jadi segala sesuatunya transisi, jadi saat ini minimal 25 persen," tandasnya.