Angka Kecelakaan Meningkat, KAI Sosialisasi Di Perlintasan Sebidang

RMOLJabar. Belakangan ini perlintasan sebidang adalah salah satu titik yang sering terjadinya kecelakaan. Terhitung, selama 2019, di wilayah Daop 3 Cirebon telah terjadi 47 kali kecelakaan yang mengakibatkan 45 nyawa melayang. Angka tersebut lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yakni sebanyak 35 korban.


"Salah satu tingginya angka kecelakaan pada perlintasan juga kerap terjadi lantaran tidak sedikit para pengendara yang tetap melaju meski sudah ada peringatan melalui sejumlah rambu yang terdapat pada perlintasan resmi,” ungkap Manager Humas Daop 3, Luqman Arif, Selasa (17/9).

Ia mengatakan, melihat fakta yang belakangan terjadi, pihaknya menggandeng pihak Kepolisian, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja Kota/Kabupaten terkait, serta Komunitas Pecinta Kereta Api untuk lakukan sosialisasi di 6 perlintasan sebidang di wilayah Daop 3 Cirebon selama dua hari, yakni 17 hingga 18 September.

Pada kesempatan itu, tak hanya himbauan untuk mematuhi aturan di perlintasan sebidang, di lokasi tersebut pihak kepolisian juga melakukan penegakan hukum kepada pengguna jalan yang melanggar.

Ia berharap, melalui kegiatan tersebut kesadaran masyarakat untuk menaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang semakin meningkat. Sebab, pelanggaran lalu lintas di perlintasan sebidang tidak saja merugikan pengendara jalan tetapi juga perjalanan kereta api.

"Giat perlintasan sebidang ini merupakan tindak lanjut dari FGD (Focus Group Discussion) bertanjuk ‘Perlintasan Sebidang Tanggung Jawab Siapa?’yang telah dilaksanakan di Jakarta pada 6 September 2019 lalu,” jelasnya.

Ia menuturkan, Kegiatan FGD tersebut melahirkan piagam Komitmen Bersama ditandatangani oleh DPR RI, Kemenhub, Kemendagri, Bappenas, KNKT, POLRI, KAI, dan Jasa Raharja.

Luqman menjelaskan, piagam tersebut menyatakan bahwa para pihak-pihak terkait berkomitmen untuk melaksanakan perintah peraturan perundang-undangan yang mengatur dan/atau terkait perlintasan sebidang.

Kemudian melakukan evaluasi keselamatan di perlintasan sebidang sesuai kewenangannya, serta melakukan kegiatan peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang sesuai tugas dan kewenangannya.

"Sesuai UU No.23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 94 menyatakan bahwa, (1) Untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup; (2) Penutupan perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah,” tandasnya. [gan]


Berita Sebelumnya

Gereja Bar