Anton Charliyan Kecam Aksi Penganiayaan Ade Armando Dan Penyerangan 6 Anggota Polri

Ade Armando (depan)/Net
Ade Armando (depan)/Net

Aktivis Penggiat anti Radikalisme & Intoleran, Bung Ade Armado, babak belur dihajar massa saat terjadinya unjuk rasa BEM SI di Depan Gedung DPR RI Senayan jakarta Selatan, Senin (11/4). Bahkan, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadhil Imran Dalam Keterangan Persnya di Polda Metro jaya menyampaikan pada hari yang sama terjadi penyerangan terhadap enam anggota Polri.


Menanggapi kejadian itu,  Mantan Kadiv Humas Polri Irjen. Pol (Purn), Anton Charliyan, angkat bicara. Ia mengecam keras dan menyampaikan keprihatinannya atas penganiayaan yang dilakukan pada Ade.

“Saya menyampaikan keprihatinan yang sangat dalam, dan sangat menyesalkan atas terjadinya Insiden tersebut,” kata sosok yang sering disapa Abah Anton itu, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (12/4).

Bahkan tokoh peggiat Anti Radikalisme & Intoleran Jawa barat itu menilai,  Aksi 11 April sudah bukan lagi murni gerakan para mahasiswa.

“ Jelas-jelas dengan kasat mata sudah ditunggangi oleh para penumpang gelap yang memang sudah ngebet ingin segera berkuasa dengan cara Inkontitusional, “ ujarnya.

Menurut Abah Anton, kelompok tersebut sengaja memancing di air keruh dengan membuat kerusuhan pada saat aksi demo mahasiswa.

“ Ini merupakan pola kelasik yang dikenal dengan " Martir ", yakni para pengunjuk rasa mencoba membuat kerusuhan dan  menyerang petugas.  Mereka ingin para petugas terpancing emosi dan balik menyerang sehingga mereka terluka  bahkan akan sangat bagus bila sampai meninggal dunia,” ungkapnya.

Masih kata Abah Anton, kelompok tersebut nantinya akan  memainkan strategi Playing Victim sehingga mendorong terjadinya kerusuhan yang lebih besar.

“Bahkan sampai  terjadi Chaos,” ujarnya.

Abah Anton bersyukur, rencana tersebut sudah terbaca dari jauh hari oleh para Inteljen. Sehingga rencana tersebut gagal menjatuhkan pemerintah sekarang.

“ Sebuah Taktik kuno yang memang sangat efektif dan masih sering dilakukan oleh para di berbagai negara,” katanya.

Abah Anton mengaku sengaja menyampaikan hal ini kepada publik untuk mengingatkan dan selalu waspada.

“ Masyarakat banyak sekali yang sudah faham akan hal ini.  Hanya sekedar mengingatkan kembali jangan sampai salah satu kerabat keluarga kita ikut-ikutan. Malah nantinya jadi korban,” tandasnya.