Aparat Belarusia Tangkap Puluhan Jurnalis

Polisi Belarusia/Net
Polisi Belarusia/Net

Puluhan wartawan ditahan otoritas keamanan Belarusia di Minsk. Mereka diamankam saat meliput aksi protes yang berlangsung pada Minggu (15/11).


Dilansir Kantor Berita Politik RMOL, para jurnalis itu ditahan lantaran diduga melakukan pelanggaran protokol administratif.

Sebelas di antara wartawan itu sampai saat ini masih berada di dalam tahanan, sementara 13 lainnya telah dilepas setelah identitasnya diperiksa. Mereka masih ditahan itu bekerja pada media non-pemerintah.

Di antara jurnalis yang ditahan, ada editor tut.by, Mariya Yerema, yang berdasarkan pasal 23.34 (melanggar prosedur untuk menyelenggarakan atau mengadakan acara massal) dikenai sanksi penahanan selama 13 hari.

Belarusia masih terus diwarnai protes dari pengunjuk rasa. Demonstrasi nasional meletus sejak pemilihan presiden pada 9 Agustus yang diduga dipenuhi kecurangan.

Menurut hasil resmi Komisi Pemilihan Umum Pusat, presiden petahana Alexander Lukashenko menang telak dengan perolehan 80,10 persen suara. Saingan terdekatnya dalam balapan tersebut, Svetlana Tikhanovskaya, berada di urutan kedua, dengan perolehan 10,12 persen suara.

Tikhanovskaya menolak mengakui hasil pemilu. Dia mengadakan aksi unjuk rasa bersama para pendukungnya kemudian meninggalkan Belarusia menuju Lituania.

Protes massal meletus di pusat kota Minsk dan kota-kota Belarusia lainnya. Selama periode awal pasca-pemilu, aksi unjuk rasa menjadi bentrokan sengit antara pengunjuk rasa dan polisi.

Asosiasi Jurnalis mengatakan sejak meletusnya aksi demonstrasi pada 9 Agustus, ada 320 jurnalis yang ditahan.