Atasi Konflik Perbatasan, Venezuela Minta Bantuan PBB

Menteri Luar Negeri Venezuela, Jorge Arreaza/Net
Menteri Luar Negeri Venezuela, Jorge Arreaza/Net

Venezuela meminta bantuan dari PBB untuk mengatasi bentrokan besar yang telah terjadi di perbatasan antara tentara Venezuela dan kelompok bersenjata Kolombia.


Menteri Luar Negeri Venezuela, Jorge Arreaza mengatakan, pemerintah Venezuela meminta bantuan teknis dari Layanan PBB untuk Pekerjaan Ranjau (UNMAS) guna mendeteksi dan menonaktifkan ranjau anti-personil yang ditanam oleh kelompok-kelompok ilegal Kolombia di wilayah Venezuela.

"Meskipun angkatan bersenjata kami memiliki pengetahuan, dengan beberapa di antaranya terlatih di wilayah ranjau, teknologi berubah dan ada kontribusi baru dan protokol baru, dan kami ingin lembaga ini, yang didedikasikan untuk itu, dapat memberikan nasehat kepada angkatan bersenjata kami untuk benar-benar menetralkan wilayah itu," kata Arreaza seperti dilansir AA, Kamis (8/4).

Dia meminta PBB membuka penyelidikan untuk menentukan di mana kelompok-kelompok itu bersembunyi, dengan alasan bahwa pemerintah Kolombia Presiden Ivan Duque kemungkinan melindungi kelompok-kelompok ini.

Arreaza juga meminta PBB membantu Venezuela membangun saluran komunikasi langsung dengan pemerintah Kolombia agar kedua pemerintahan dapat bekerja sama dalam mengatasi krisis di perbatasannya, sehingga bisa setidaknya ada koordinasi antar masyarakat.

Permintaan Arreaza muncul sehari setelah pemerintah Presiden Nicolas Maduro melaporkan bahwa delapan tentara Venezuela tewas dalam bentrokan di perbatasan.

Sejak bentrokan sengit antara tentara Venezuela dan kelompok ilegal Kolombia dimulai pada 21 Maret 2021, lebih dari 5.000 warga Venezuela meninggalkan negara bagian perbatasan Apure dan menyeberang ke Kolombia karena ketakutan.

Pemerintah Kolombia menggambarkan situasi ini sebagai krisis kemanusiaan.