Bakal Didaulat Jadi Ketua MUI Jabar, Kiai Abun Bunyamin Diterpa Isu Tak Sedap

KH Abun Bunyamin/Net
KH Abun Bunyamin/Net

Isu tak sedap menimpa mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Purwakarta, KH Abun Bunyamin yang bakal didaulat menjadi Ketua MUI Jabar. Rumor yang terkesan menjelekan dirinya itu kerap kali berseliweran di grup whatsapp


Adapun isu-isu negatif yang menjelekkan KH Abun Bunyamin, seperti aktifitasnya di Nahdlatul Ulama yang disebut masih baru dan belum mencapai 10 tahun.

Isu tersebut pun ditepis Sang Kyai, yang mengaku berkiprah di GP Ansor Jabar sejak 1978. Bahkan, dia sangat khidmat sekali terhadap guru dan orang tua.

"Semua itu tidak benar, hoaks. Saya pesantren sejak 1993 dan pelajaran-pelajarannya mengadopsi dari Ponpes Cipasung. Isu-isu yang beredar itu sebagai bentuk black campaigne untuk menjatuhkan. Yang pasti, saya akan berkorban seluruhnya demi NU," tegasnya, Rabu (27/1). 

Ia memastikan, kiprahnya di NU bukan hanya jadi pengurus namun ikut ambil peranan untuk membereskan tanah PCNU Purwakarta yang bertahun-tahun sengketa dan akhirnya berhasil dibangun. Saat ini, bahkan ia akan membangunkan gedung 3 lantai PCNU Purwakarta. 

"Untuk memaksimalkan berjalannya roda organisasi di tingkat kecamatan, saya memberikan inventaris bagi 10 MWC di Kabupaten Purwakarta, dan juga wakap tanah ke PCNU Purwakarta," jelas KH. Abun yang juga menjabat sebagai Rois Syuriah PCNU Purwakarta.

Diketahui, sepak terjang KH Abun Bunyamin juga terkenal sebagai ulama kharismatik asal Purwakarta yang aktif sebagai organisatoris dan enterpreneur. Dia pernah menjabat sebagai Wakil Rais Syuriyah PWNU Jabar, dan pengasuh di Ponpes Al Muhajirin yang merupakan Pesantren terbesar di Purwakarta dengan 6.000 santri 600 orang guru. 

Sementara itu, perjalanannya menjadi santri tepatnya di Ponpes Hidayatul Muta'allimin, Ponpes Alfalah Cicalengka, Ponpes Santiong Cicalengka, Ponpes Sukamiskin Bandung, Ponpes Riyadlul Alfiyyah Garut, dan Ponpes Cipasung Tasikmalaya.