Bangunan Mie Gacoan Kota Bogor Disegel, Satpol PP: Gedung Ini Tak Berizin

Penyegelan gedung Mie Gacoan Kota Bogor/RMOLJabar
Penyegelan gedung Mie Gacoan Kota Bogor/RMOLJabar

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor menyegel bangunan resto Mie Gacoan, yang berlokasi di Jalan Brigjen Saptaji, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Kamis (24/11) siang. 


Penyegelan tersebut dilakukan langsung Kepala Satpol PP Kota Bogor, Agustian Syach. Ia mengatakan, tindakan penyegelan terhadap tempat usaha Mie Gacoan ini karena lokasi tersebut belum mengantongi izin PBG (Persetujuan Bangunan Gedung), dan juga izin-izin lainnya. 

"Sampai detik ini, kami tidak dapat melihat perizinan yang mereka (Mie Gacoan) miliki sudah sejauh mana, sehingga kita segel sesuai dengan surat peringatan yang sebelumnya kita layangkan ke pihak tersebut," ungkap Agustian Syach kepada wartawan di lokasi. 

Kasat Pol PP yang akrab disapa Demak ini menuturkan, pihak pengelola Mie Gacoan belum bisa menunjukkan perizinan mendirikan bangunan, mulai dari KRK (Keterangan Rencana Kota) hingga ke tahapan PBG-nya yang sama sekali belum ditempuh oleh yang bersangkutan. 

Ditambahkan Demak, selain tempat usaha (Mie Gacoan) yang berlokasi di Bogor Barat, ada juga yang berlokasi di Jalan Tajur Kecamatan Bogor Timur dan juga Jalan Pajajaran Kecamatan Bogor Utara. Namun untuk dua tempat usaha tersebut, sudah memiliki atau bisa menunjukkan surat KRK. 

"Perlu kami tegaskan, KRK itu bukan bukti perizinan. Itu hanya keterangan rencana ruang kota, dan untuk dua tempat tersebut kita akan lihat perkembangannya seperti apa, kita juga sudah layangkan SP3 ke dua tempat tersebut dan apabila sudah hari H-nya belum bisa menunjukkan bukti perizinan akan kita segel juga," tegasnya. 

Selain disegel, lanjut Demak, diterapkan juga denda yang sudah diatur dalam Perda, namun dinas teknis yang akan menghitung yaitu sebesar 10 persen dari jumlah bangunan.

"Berdasarkan Perwali Nomor 9, penyegelan ini dilakukan selama 14 hari dan bisa diperpanjang, artinya kalau selama 14 hari KRK-nya belum keluar maka penyegelan ini akan kita perpanjang 14 hari lagi dan seterusnya hingga pembongkaran," ujarnya. 

Sementara itu, pihak perusahaan Resto Mie Gacoan melalui Vendor, Bara mengklaim untuk KRK terhadap pembangunan resto Mi Gacoan yang ada di Kota Bogor sudah keluar. Namun ia mengeluhkan proses pengajuan Izin (PBG) di Kota Bogor terlalu berbelit-belit dan lama prosesnya. 

"Prosesnya sulit dan ini mungkin bukan hanya di Bogor saja tetapi se-Indonesia, karena SIMBG-nya sering error, susah keluar dan terlalu berbelit-belit, sehingga semakin susah mengurus IMB," tandasnya.