Banjir Di Subang Surut, Sebagian Pengungsi Kembali Ke Rumah

Hidayat/RMOLJabar
Hidayat/RMOLJabar

Pemerintah Kabupaten Subang sedang melakukan pendataan kerugian akibat banjir di wilayah utara. Belum diketahui angka pasti soal jumlah kerugian yang disebabkan musibah tersebut.


Diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Hidayat, kerugian ditaksir mencapai Rp 7,851 miliar.

"Dinas terkait sedang dalam proses pendataan" ujarnya kepada Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu (13/2)

Hidayat mengungkapkan bila sebagian masyarakat sudah mulai meninggalkan lokasi pengungsian untuk membersihkan rumah masing-masing.

"Data sementara pengungsi di Pamanukan tinggal ratusan orang, karena sudah bertahap pulang" lanjutnya.

Hidayat mengatakan bila korban banjir yang sudah pulang ke rumah akan tetap mendapat bantuan dari BPBD seperti halnya yang masih tinggal di lokasi pengungsian.

" Karena mereka pulang kerumah, sibuk dengan membersihkan rumahnya masing masing harus ada makanan. Itu yang menjadi target jangka pendek kita. Sehingga ekonomi dapat berputar kembali, aktifitas lancar" lanjutnya.

Meski banjir mulai surut, kata Hidayat,  BPBD tetap bersiaga untuk mengantisipasi banjir susukan atau bencana lain yang mungkin timbul akibat cuaca ekstrim. Apalgi, lanjutnya,  data BMKG menyatakan bahwa curah hujan akan tetap tinggi selama bulan Februari.

"Mudah mudahan cuacanya terus membaik, meskipun, tanggap dadurat dicabut misalkan, kalo udah selesai. Maka siaga darurat masih berlaku, sampai bulan berikutnya" pungkasnya.