Bantu Evakuasi Longsor Cimanggung, BMKG Pasang Seismograf Dan Penakar Hujan Manual

Lokasi Bencana Tanah Longsor di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang/RMOLJabar
Lokasi Bencana Tanah Longsor di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang/RMOLJabar

Tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jabar melakukan pemasangan dua alat pendukung evakuasi korban bencana alam tanah longsor. Alat tersebut terdiri dari Seismograf dan Penakar Hujan Manual.


Kepala seksi data dan informasi BMKG Bandung, Rasmid mengatakan, pihaknya membawa seismograf untuk mendeteksi gerakan atau getaran tanah sebelum longsor. Sedangkan, penakar hujan manual digunakan untuk mengukur volume setiap interval waktu tertentu, sehingga diperoleh data curah hujan.

"Dari kedua alat itu, kami akan kombinasikan untuk memberikan peringatan kepada teman-teman yang melakukan evakuasi di bawah," kata Rasmid, Rabu (13/1).

Menurutnya, seismograf akan bekerja sebagai peringatan awal pegerakan tanah sebelum longsor. Alat tersebut akan memberikan sensor dan bunyi alarm, sehingga petugas yang sedang mencari korban jiwa dapat menjauh dari lokasi bencana.

"Keberadaan alat tersebut ditempatkan di area atas karena lebih aman," tuturnya.

Pasalnya, penempatan seismograf harus benar-benar dalam keadaan senyap agar dapat bekerja dengan maksimal. Sedangkan jika alat tersebut ditempatkan di bawah akan terganggu oleh suara gaduh dan lokasinya relatif bising.

"Getaran kecil itu kurang terdeteksi, jika alat tersebut dipasang di bawah," ujarnya.

Adapun Tim tersebut terdiri dari tiga wilayah yakni Bidang meteorologi berasal dari Jatiwangi Kabupaten Majalengka, Bidang klimatologi berasal dari Bogor, sedangkan geofisika dari berasal dari Kota Bandung.