Bawaslu Jabar: Isu Substantif Tidak Akan Luput Dari Pengawasan Kami

Ketua Bawaslu Jabar Abdullah Dahlan/Net
Ketua Bawaslu Jabar Abdullah Dahlan/Net

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Barat akan tetap mengawasi isu-isu substansi dalam Pilkada Serentak 2020, meski isu pelanggaran protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 akan menjadi pengawasan ketat bagi Bawaslu. 


Ketua Bawaslu Jabar Abdullah Dahlan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menafikan isu-isu substansi, seperti money politik, netralitas ASN, dan potensi kebijakan program pemerintah yang dipakai modal politik. 

Selain itu, pihaknya pun melakukan pengawasan kepatuhan terhadap aspek protokol kesehatan Covid-19.

"Isu-isu substansi tidak lantas dilupakan dan tidak luput dari pengawasan kami," ujarnya kepada wartawan RMOLJabar, Senin (5/10).

Abdullah mengatakan, disisi protokol kesehatan Covid-19 menjadi domain pengawasan, akan tetapi isu-isu substansi juga menjadi konsen pengawasan Bawaslu. Selain protokol kesehatan dan isu substansi, pihaknya pun melakukan pengawasan mengenai dana kampanye yang menjadi isu strategis.

"Pada tahapan kampanye, para tim kontestan Pilkada 2020 serentak wajib membuka rekening khusus bukan sekadar rekening pribadi," tegasnya.

Lebih lanjut, Abdullah menjelaskan, perlu penanggung jawab terhadap rekening dana kampanye, agar dana yang digunakan jelas penganggarannya. Setelah dibentuk penanggung jawab, maka dilakukan pencatatan dana penerimaan serta pengeluaran.

"Agar dapat memastikan sumber dana yang digunakan oleh kontestan merupakan dana yang legal," jelasnya.

Pasalnya, dana yang digunakan untuk melaksanakan kampanye harus memiliki kejelasan sumber pendapatannya, imbuh Abdullah. 

"Bukan dana yang bersumber dari dana yang dilarang oleh kententuan UU," pungkasnya.