Belum Ada Laporan Negatif Soal Vaksin Sinovac, Bio Farma Lanjutkan Proses Uji Klinis

Ilustrasi vaksin Covid-19 Sinovac/Net
Ilustrasi vaksin Covid-19 Sinovac/Net

Uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac asal China yang tengah dilakukan PT. Bio Farma masih akan tetap berlanjut. Pasalnya, hingga saat ini belum ada laporan dampak negatif dari vaksin Sinovac.


Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Tim Uji Klinis Fase 3 Vaksin Covid-19, Rodman Tarigan, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/11).

"Sejauh ini, belum ada laporan mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang serius atau Serious Adverse Event (SAE) atau kejadian serius yang tidak diinginkan dari para relawan yang diduga berhubungan dengan vaksin atau kegiatan vaksinasi," ujarnya.

Dijelaskan Rodman, SAE merupakan salah satu dari KIPI yang serius dan dialami penerima obat atau vaksin, tanpa memandang hubungannya dengan obat atau vaksin. Sedangkan KIPI non serius adalah kejadian medis yang terjadi setelah imunisasi dan tidak menimbulkan risiko potensi kesehatan penerima vaksin, seperti demam, bengkak dan merah di lokasi suntikan.

Berdasarkan data per 6 November 2020, Rodman menyampaikan, sebanyak 1.620 relawan telah mendapatkan suntikan pertama. Kemudian, 1.603 telah mendapat suntikan kedua, dan 1.335 sudah masuk tahap monitoring baik immunogenicity, efikasi (khasiat), atau keamanan.

Menurutnya, setiap relawan yang telah mendapatkan suntikan pertama dan kedua akan diawasi dan dimonitor tim uji klinis hingga selesai. "Sehingga apapun kejadian yang menimpa relawan pasti terawasi," ujarnya.

Sebelumnya, Lembaga Kesehatan Brasil Anvisa menghentikan sementara uji klinis vaksin Covid-19 buatan China, CoronaVac. Lembaga tersebut menyatakan vaksin buatan China merugikan, meski tidak dijelaskan berapa lama penangguhan akan berlangsung.

Dalam pernyataannya, Anvisa mengatakan kejadian yang menjadi pemicu penangguhan uji coba tersebut terjadi pada 29 Oktober. Akan tetapi, pihaknya tidak menjelaskan peristiwa apa yang sebenarnya terjadi.

"Dengan penghentian penelitian ini, tidak ada relawan baru yang dapat divaksinasi," tulis Anvisa dalam pernyataannya, seperti diberikatan AP, Selasa (10/11).