Belum Dewasa, Politik Indonesia Masih Utamakan Kepentingan Golongan

Kontestasi Pemilu 2019 yang telah berlalu dianggap sebagai puncak demokrasi, di mana untuk pertama kalinya dalam sejarah dilaksanakan pemilihan serentak di Indonesia. Mulai dari Presiden dan Wakil Presiden, legislatif tingkat pusat hingga provinsi, termasuk kabupaten/kota dipilih masyarakat secara bersamaan pada 17 April 2019.


 

Namun demikian, Pengamat Politik Universitas Telkom Dedi Kurnia Syah justru memiliki pandangan dan penilaian berbeda. Menurutnya, pelaksanaan Pemilu 2019 hanya sebatas memperjuangkan kontestasi politik semata dan bukan kemenangan rakyat atau publik.

"Secara kultur masyarakat Indonesia belum dewasa. Kedewasaan politik itu penandanya adalah tujuan untuk kebaikan bersama (commond good), sementara kita masih dominan kebaikan golongan. Itulah yang sebabkan konflik sosial mengemuka," kata Dedi, Rabu (01/01).

Dedi menyatakan, untuk menuju kedewasaan tersebut perlu adanya sistem akomodatif, di anataranya dengan demokrasi. Namun, yang menjadi catatan adalah harus ada dukungan penguatan hukum untuk membatasi kebebasan individu.

"Demokrasi memang menjunjung tinggi kebebasan individu, tetapi tidak boleh melampaui kebebasan kolektif masyarakat, maka muaranya harus kebersamaan," tandasnya.