Beri Arahan kepada P3K Penerima SK, Wabup Pangandaran Singgung Urusan Politik

Wakil Bupati Pangandaran, Ujang Endin Indrawan saat memberikan pengarahan kepada guru P3K/RMOLJabar
Wakil Bupati Pangandaran, Ujang Endin Indrawan saat memberikan pengarahan kepada guru P3K/RMOLJabar

Raut wajah gembira tercermin dari ratusan guru yang hadir dalam acara pembinaan dan pembagian Surat Keputusan (SK) untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Gedung Pusat Studi Diluar Kampus (PSDKU) Universitas Padjadjaran (Unpad) Pangandaran, Jumat (20/5).


Acara yang melibatkan 508 orang Guru P3K penerima SK tersebut dibagi menjadi dua sesi, yakni sesi pagi dan sesi siang.

Untuk sesi pagi, pengarahan dilakukan langsung Bupati Pangandaran usai Upacara Hari Kebangkitan Nasional. Sementara sesi siang, diisi Wakil Bupati Pangandaran, Ujang Endin Indrawan setelah ibadah shalat Jumat.

Sebelum memberikan arahan, Ujang Endin meminta maaf kepada para guru P3K yang hadir karena yang seharusnya memberikan pengarahan langsung adalah bupati.

"Karena Pak Bupati ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan, akhirnya memerintahkan saya untuk memberikan pengarahan," ungkapnya saat berpidato di Gedung PSDKU Unpad Pangandaran.

Dalam kesempatan tersebut, Ujang Endin menegaskan, P3K harus menjaga empat hal supaya kontrak selama 2 tahun bisa diperpanjang. Di antaranya prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela.

"Saya yakin bapak ibu di sini mau diperpanjang. Coba angkat tangan yang tidak ingin diperpanjang, tidak ada ya? Loyalitas tanpa batas sesuai dengan ketentuan yang berlaku ini yang harus dijaga," candanya.

Sontak saja, pernyataan Ujang Endin langsung disambut riuh tepuk tangan dan tawa dari para Guru P3K yang baru mendapatkan SK.

Sejurus kemudian, Wakil Bupati Pangandaran kembali melanjutkan pengarahannya kepada para guru P3K dengan membahas Pilkada 2020.

"Sudah tidak perlu dijabarkan, nanti saya disangka kampanye, saya tahu juga di sini ada yang tidak memilih Juara saat Pilkada kemarin. Pilkada sudah selesai sekarang mari saatnya membangun Pangandaran ke arah yang lebih baik lagi," tegasnya.

Lebih lanjut, Ujang Endin juga menyampaikan loyalitas para Guru P3K yang baru diberikan SK harus berdasarkan kepada beberapa unsur di antaranya filosofis, yuridis dan sosiologis.

"Sekarang tambah satu, unsur politis karena karakternya begitu sekarang. Dulu jamannya Suharto era kewenangan, kalau sekarang era politis, paham maksudnya kemana? Paham kan?" tanya Ujang Endin kepada para peserta.

Gelak tawa dan tepuk tangan kembali terdengar dari para peserta, Ujang Endin tetap melanjutkan pidato dengan bahasan amanat terakhir yaitu P3K tak boleh melakukan hal yang tidak tercela.

"Ketiga tidak tercela, artinya tidak melanggar norma, adat, etika, hukum. P3K harus taat terhadap UU yang berlaku yakni UU 6 Tahun 2014," tuturnya.