Bernilai Ekonomi Tinggi, Pemprov Jabar Bakal Kembangkan Budi Daya Porang

Tanaman Porang/Net
Tanaman Porang/Net

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja menyatakan, porang (tanaman umbi-umbian) saat ini menjadi komoditas yang menjanjikan. Tidak hanya berpeluang jadi komoditas ekspor, porang juga memiliki nilai jual tinggi. 


"Dulu porang ini dianggap makanan ular, tapi sekarang sudah tidak. Bahkan sudah banyak kisah sukses petani porang," ucap Setiawan, Rabu (14/10). 

Menurutnya, keadaan tersebut menjadi peluang Jabar untuk mengembangkan porang. Apalagi masih banyak lahan subur di Jabar yang dapat dimanfaatkan untuk menanam porang. 

"Kalau kita lihat skala budi daya Porang masih sifatnya individu bukan usaha besar-besaran. Maka, kita harus bergerak lebih," katanya. 

Porang sendiri dikenal dengan nama iles-iles adalah tanaman umbi-umbian dari spesies Amorphophallus Muelleri. Porang dapat digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, dan penjernih air. 

"Kalau lihat khasiatnya, ini sangat banyak dan mungkin lebih dari ini. Kesempatan emas manfaatkan dengan baik. Harapannya, bisa menyerap tenaga kerja," jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Jabar, Dadan Hidayat mengatakan, pihaknya akan mendorong budi daya Porang di Jabar. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. 

"Kita juga sedang merencanakan, Jabar harus bisa produksi benih Porang. Tidak hanya untuk kecukupan Jabar, tapi juga untuk kebutuhan nasional dan internasional," imbuhnya.

Menurut Dadan, Porang merupakan tanaman yang cocok ditanam pada musim hujan. Ia mengatakan, kolaborasi semua pihak merupakan kunci untuk membudidayakan porang. 

"Kolaborasi lahan dari kehutanan, Porang dari dinas pertanian. Kita hadir bersama dari satu keinginan, yakni meningkatkan peluang usaha ekspor Porang dari Jawa Barat," tandasnya.