Bersama 655 Kader Posyandu, DPMD Jabar Antisipasi Penyebaran Corona

Dinas Pemberdayaan Masyarkat dan Desa (DPM-D) Jawa Barat bersama 655 koordinator Posyandu dari setiap kecamatan se-Jabar mensosialisasikan dan mengantisipasi penyebaran penyakit.


Kepala DPM-D Jabar, Dedi Sopandi mengatakan, para koordinator tersebut akan melakukan tiga tugas penting, di antaranya untuk mensosialisasikan dan mengantisipasi wabah virus Corona atau Covid19.

"Pertama menyangkut Corona atau Covid19, kedua waspada tentang kondisi stunting. Dan yang ketiga ini sebentar lagi akan muncul gejala demam beradarah dengue (DBD)," ucap Dedi, Senin (16/3).

Dedi menyebut, para kader Posyandu itu telah diberikan pembekalan selama dua hari di Kuningan, sejak Kamis (12/3). Pihaknya telah memberikan pesan agar setiap posyandu di Jabar menyiapkan berbagai strategi guna meminimalisir masyarkat terjangkit penyakit.

Salah satunya, kata Dedi, yaitu di setiap Posyandu akan dibuka meja layanan ke enam khusus untuk melayani masyarakat. Di mana saat ini, di setiap posyandu hanya membuka lima meja pelayanan.

"Nah yang ke enam ini mengenai layanan khusus. Layanan khusus itu menyangkut pelayanan stunting, disabilitas, sosialisasi, penyuluhan, demam berdarah dan sebagainya," katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga telah meminta setiap posyandu untuk mensosialisasikan terkait pencegahan Covid-19 melalui spanduk. Ia berharap, para koordinator posyandu agar terus berkoordinasi dengan kepala desa setempat yang sebelumnya telah sudah mendapatkan surat edaran.

"Sehingga mampu dilalukan secara door to door nanti ke depannya, jadi mereka datang ke rumah-rumah. Ini dalam rangka meminimalisir dan mensosialisasikan dan pencegahan yang kita harus waspadai," katanya.

Selain itu, sejumlah kader posyandu pun telah dibekali dengan ESQ (emotional spiritual quostient). Hal ini dilakukan agar dapat meredam kepanikan yang terjadi di masyakrat, khususnya dalam menyikapi wabah Corona.

"Kita juga mohon kepada tokoh ulama agar bisa melakukan doa bersama dan sebagainya. Agar negara kita segera pulih kembali," katanya.

Diakui Dedi, pihaknya pun akan megajukan upaya pengendalian sampah masuk dalam usulan anggaran bantuan desa. Hal itu menyusul masukan dari sejumlah Kepala PMD dalam forum perangkat daerah.

Terlebih, saat ini sampah sudah menjadi salah satu permasalahan di desa. Di mana, memiliki dampak buruk pula untuk kesehatan.

"Nanti ada beberapa langkah langkah untuk itu, dari mulai sarana tempat pengelolaan sampah sampai dengan kendaraan pengangkut sampah akan dicoba menjadi bagian usulan di tahun 2021," tandasnya.