Bersama Mendikbud, Gencarkan Gerakan Nusantara Tentang Pentingnya Asupan Gizi

Bersama Mendikbud, Gencarkan Gerakan Nusantara Tentang Pentingnya Asupan Gizi
Webinar Gerakan Nusantara (Gernus)/Net

PT Frisian Flag Indonesia (FFI) menggelar kegiatan webinar Gerakan Nusantara (Gernus) bertema 'Menjadi Orang Tua Tangguh di Era Adaptasi Kebiasaan Baru' bersama lebih dari 700 guru dan orang tua dari sekolah-sekolah dasar di wilayah DKI Jakarta.


Penyelenggaraan Gernus tahun ini memasuki tahun kedelapan dan pelaksanaannya dilakukan secara daring menghadirkan pembicara-pembicara ahli yang membahas pendidikan gizi serta pembelajaran daring yang kondusif sebagai bagian dari program Belajar Dari Rumah (BDR) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). 

Dalam situasi yang mengutamakan pertimbangan kesehatan dan keselamatan semua, dunia pendidikan menghadapi tantangan pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar bagi siswa, orangtua serta guru termasuk pendidikan gizi.

Literasi gizi semakin penting untuk dipelajari, dipahami dan diterapkan oleh siswa di sekolah sebagai bagian dari pola konsumsi pangan sehat dan gaya hidup aktif yang diperlukan bangsa Indonesia untuk melalui masa pandemi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Anwar Makarim mengatakan, Gerakan Nusantara Program Edukasi Gizi sangat baik untuk dikembangkan.

"Jadi orang tua memiliki peran sangat penting dalam proses pendidikan anak termasuk dalam penerapan pola hidup bersih dan sehat," ucap Nadim dalam kegiatan webinar Gerakan Nusantara (Gernus) yang diadakan PT Frisian Flag Indonesia (FFI), Senin (28/9).

Menurutnya, hikmah di masa pandemi adalah mengenalkan paradigma baru pendidikan yang lebih kolaboratif, kreatif dan inovatif. Sebab, peran orang tua pada masa pandemic ini masuk ke dalam komponen pendidikan.

"Jadi orang tua, guru dan siswa berkolaborasi mencoba hal baru, banyak tanya, banyak coba dan banyak karya," ungkapnya.

Selain itu, sejak diluncurkan tahun 2013, Gernus terus memaksimalkan kontribusinya untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya dalam hal literasi gizi kepada siswa-siswa sekolah dasar.

"Gernus mengutamakan kegiatan-kegiatannya untuk mendukung Program Gizi Anak Sekolah (ProGAS) yang digagas Kemendikbud RI," ujar Nadim, dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha BPOM RI, Dewi Prawitasari mengatakan, partisipasi aktif korporasi dalam meningkatkan kesadaran akan pola konsumsi pangan sehat dan  gaya hidup aktif sangat dibutuhkan.

"BPOM RI memberikan penghargaan atas kerja sama korporasi sebagaimana inisiatif yang disampaikan oleh FFI untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Kesehatan melalui sosialisasi keamanan pangan kepada anak-anak kita," katanya.

Dewi menuturkan, kesadaran untuk menjaga kesehatan adalah sebuah perilaku yang harus ditanamkan kepada anak-anak sejak pendidikan dini. Sejauh ini, Gernus telah menjangkau 2.520.774 siswa dan 4.886 guru di 4.806 Sekolah Dasar di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, pakar gizi Kesehatan Masyarakat dan Guru Besar FKM UI, Prof. Sandra Fikawati menekankan pentingnya sikap dan semangat untuk meningkatkan dan mempraktikkan pengetahuan dalam hal literasi gizi.

"Di tengah krisis kesehatan, tidak hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia, kita harus benar-benar menyiapkan literasi gizi anak-anak kita, dimulai dari sekolah dasar," ucapnya.

Semangat Gernus untuk melibatkan komunitas sekolah terdiri dari guru-siswa-orang tua adalah sangat positif dan membantu meningkatkan perubahan perilaku terhadap kesadaran gizi dan pola konsumsi pangan sehat.

"Pedoman Gizi Seimbang dan ‘Isi Piringku’ yang diajarkan di sekolah mencakup pemahaman dasar tentang gizi seimbang, termasuk pentingnya konsumsi minimal segelas susu setiap hari untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi perkembangan otak dan fisik yang optimal bagi anak-anak usia prasekolah dan sekolah," jelasnya.

Corporate Affairs Director PT. Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro kembali menyampaikan komitmen perusahaan untuk berkontribusi nyata bagi pendidikan gizi di Indonesia.

Frisian Flag Indonesia akan terus melakukan sosialisasi pendidikan gizi. FFI juga terus-menerus menjalin kerjasama dengan akademisi dan para ahli untuk menghadirkan program-program yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan gizi anak-anak kita di sekolah.

"Kami juga menyambut baik dan bersemangat menghadirkan program-program pendidikan gizi yang memanfaatkan kemajuan teknologi digital," tandasnya.