Berstatus Zona Merah, 70 Persen ASN Pemkab Bekasi Masih WFH

Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah/RMOLJabar
Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah/RMOLJabar

Kabupaten Bekasi saat ini masih berstatus zona merah, akibatnya sebanyak 70 persen Aparatur Sipil Negara (ASN) masih memberlakukan Work From Home (WFH). 


Begitu dikatakan Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah. Selasa (20/10).

"Iya masih WFH sesuai level kewaspadaan daerah," singkatnya melalui WhatsApp.

Ia menambahkan, pemberlakuan bekerja di rumah bagi ASN, menyusul adanya Peraturan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB) yang meminta daerah yang masih berstatus zona merah.

"Sampai ada peraturan baru dari Kemenpan RB, WFH tetap berlaku," terangnya. 

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi ini juga menerangkan, meski berstatus zona merah, kasus positif Covid-19 bagi kalangan ASN saat ini mulai melandai dan tidak ada penambahan. 

Menurut data yang ia punya, ada sekitar 25 ASN positif Covid-19 namun para pasien sudah dinyatakan sembuh.

Untuk menekan penyebaran virus tersebut, Alamsyah juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

"Pemkab Bekasi bersama Polri dan TNI terus lakukan penegakan disiplin protokol kesehatan," bebernya.

Selain itu, Alamsyah menambahkan pihaknya terus gencar melakukan tes Covid-19. Hingga kini, pengetesan massal dengan menggunakan swab tes yang dilakukan Pemkab Bekasi sudah mencapai 31 ribu dan ada sekitar 41 ribu yang telah dilakukan rapid test.