BOR Kota Bandung Capai 79 Persen, Oded Tegaskan Situasi Terkendali

Oded M. Danial/RMOLJabar
Oded M. Danial/RMOLJabar

Wali Kota Bandug, Oded M. Danial membenarkan bahwa kasus Covid-19 mengalami kenaikan di Kota Bandung. Hal itu dilihat dari naiknya Bad Ocupancy Rate (BOR) di fasilitas-fasilitas kesehatan yang dikhususkan untuk penangangan virus asal China itu.


"Di kota Bandung memang ada kenaikan, terutama BOR ya, tapi masih dalam batas terkendali," kata Oded di Pendopo Kota Bandung, Jl. Dalem Kaum, Senin (7/6).‎

Oded tak menafikan kemungkinan adanya korelasi antara kanaikan kasus Covid-19 yang terjadi di Kota Bandung akhir-akhir ini dengan libur idul fitri beberapa waktu lalu.‎‎

"Iya bisa jadi, kan banyak variabelnya, kalau dampak karena lebaran bukan hanya di Kota Bandung, hampir di banyak kota sama seperti itu," ucapnya.

Oded menegaskan, fasilitas penanganan Covid-19 di Kota Bandung masih memadai. Apalagi, lanjut Oded, masih banyak ruang-ruang isolasi mandiri di tingkat kewilayahan yang belum dimanfaatkan dengan maksimal.

"Fasilitas masih memadai, terutama di wilayah juga sudah ada, 19 kecamatan itu masih pada kosong, yang 11 (kecamatan)  belum ada, mudah-mudahan bisa disilang nanti penangannya," tegasnya.

Senada dengan Oded, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna menegaskan bahwa penyebaran Covid-19 di wilayahnya masih terkendali. Menurutnya, informasi yang mengatakan bahwa kondisi Kota Bandung masuh dalam kategori yang mengerikan adalah tidak benar.‎

"Inilah angka-angka yang selalu berdinamika, dinamis nanti akan jadi bahan pertimbangan, kalau saya sih kewaspadaan harus tetapi berdasarkan data Kota Bandung tidak masuk kategori mengerikan, saya tidak melihat itu," katanya.‎‎

Menurut Ema, meski BOR mencapai angka 79 persen, Pemkot Bandung masih bisa mengendalikan situasi. Ia menyebut, Pemkot masih bisa mengendalikan keadaan meski Angkar BOR pernah mencapai 93 persen.

‎"Sekarang BOR kita di angka 79 memang dulu kita pernah di angka 93 persen, memang sekarang ada tren menaik artinya itu yang bergejala bertambah," ungkapnya. ‎

Ema menegaskan, Dia telah meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk berkoordinasi kepada seluruh pihak Rumah Sakit (RS). Hal itu dilakukan untuk keperluan penambahan ‎ruang-ruang penanganan pasien Covid-19.

Selain itu, lanjut Ema, pihaknya juga telah menginstruksikan kepada aparat kewilayahan untuk memaksimalkan ruang-ruang isolasi mandiri.‎

"Saya minta kepala DKK untuk mengkoordinasikan kepada seluruh kepala RS untuk persiapan menambah tt, di kecamatan dimaksimal ruang isoman terutama untuk masyarakat yang OTG," tandasnya.‎