Buntut Tak Mengindahkan Peringatan, PT Indo Agro Plus Power Akhirnya Ditutup

Tim Gabungan tengah melakukan penutupan operasional pembangunan PT Indo Agro Plus Power/RMOLJabar
Tim Gabungan tengah melakukan penutupan operasional pembangunan PT Indo Agro Plus Power/RMOLJabar

Pembangunan pabrik PT Indo Agro Plus Power yang berada di Desa Bongas Kulon, Kecamatan Sumberjaya Majalengka akhirnya ditutup. Pasalnya, pembangunan tidak mengindahkan peringatan yang dikeluarkan Satpol PP. 


Tim Gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Polres, Kodim, Denpom, Koramil, Polsek, Camat Sumberjaya, Pemdes Bongas Kulon, serta Dinas DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kabupaten Majalengka dengan tegas melakukan penutupan terhadap kegiatan pembangunan PT. Indo Argo Plus Power di Areal kawasan pintu tol Sumberjaya, Rabu (7/4).

Hal itu mendapat apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya dari Forum Pemuda Sumberjaya. Selaku Sekretaris Forum Pemuda Sumberjaya Agung memberikan tanggapan bahwa kegiatan dari penutupan yang dilakukan pihak berwenang ialah buntut dari peringatan yang sebelumnya pernah dilakukan oleh Satpol PP pada Jum’at (12/3) yang lalu.

"Namun peringatan tersebut tetap saja tidak diindahkan, sehingga kegiatan pembangunan tersebut terus berlangsung dan berujung eksekusi penutupan," ujar Agung kepada Kantor Berita RMOLJabar.

Agung menjelaskan, sebalumnya pada Senin (5/4) lalu, telah diadakan pertemuan di Gedung DPRD Kabupaten Majalengka antara Komisi 1 DPRD Kabupaten Majalengka, Satpol PP, Dinas DPMPTSP, dan Pihak PT. Indo Argo Plus Power. Namun pihak PT. Indo Argo Plus Power tidak ikut hadir pada agenda pertemuan tersebut.

"Sehingga kesepakatan hasil rapat tidak diketahui oleh pihak perusahaan pada saat pertemuan itu," jelasnya.

Menurut Forum Pemuda Sumberjaya bahwa selama ini PT Indo Agro Plus Power tidak mengantongi ijin, sehingga hal ini yang menjadi permasalahan dikemudian hari.

“Jelas kegiatan pembangunan tersebut terbukti inkonstitusional dengan belum mengantongi adanya izin dari Dinas DPMPTSP Kabupaten Majalengka,” tegasnya.

Agung menyakini atas semua langkah-langkah yang dikerjakan semuanya pihak, terlebih dengan adanya peristiwa itu, bagi dia, ini suatu preseden buruk bagi keberlangsungan pembangunan di Kabupaten Majalengka.

Maka dari itu, Forum Pemuda Sumberjaya hingga saat ini terus berkomitmen melakukan pengawasan akan kegiatan industri yang berlangsung di wilayah Kecamatan Sumberjaya umumnya Kabupaten Majalengka.

"Namun satu hal yang pasti ialah kami telah memulai, mengerjakan, mengevaluasi terus dan terus hingga sampai pada saatnya pembangunan kesejahterahan yang adil dan makmur tercipta di Kecamatan Sumberjaya," ucapnya.

Tak hanya itu, Forda Sumberjaya mengapresiasi terhadap pemerintah serta semua unsur pemerintah atas apa yang dilakukannya telah berpihak kepada warga Sumberjaya.

"Kami Forda Sumberjaya sejak tahun 2018 sangat konsen mengawal Perda RTRW yang sampai saat ini masih dalam tahap revisi, serta Perda RDTR yang belum juga ada sampai tahun ini. Kami Forda Sumberjaya akan terus bergerak serta mengawasi apapun bentuknya selama regulasi masih carut marut jangan ada dulu bahkan bila perlu jangan ada lagi pembangunan di Kecamatan Sumberjaya," tandasnya.