Bupati Ende Sebut Ide Pokok Pancasila Lahir Saat Sukarno Didampingi Inggit Garnasih

Soekarno Bersama Keluarga Saat Dibuang Ke Ende NTT/Net
Soekarno Bersama Keluarga Saat Dibuang Ke Ende NTT/Net

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil kedatangan Bupati Ende, Djafar Achmad, Sabtu (12/6). Dalam pertemuan yang dilakukan di Gedung Pakuan, Kota Bandung tersebut, Djafar mengangkat kisah Bung Karno yang diasingkan di Kabupaten Ende, dan ada tiga perempuan hebat asal Jabar yang mendampingi beliau.


Ketiga perempuan tersebut adalah Inggit Garnasih istrinya, Ibu Amsi mertuanya, dan Ratna Djuami anak angkat Bung Karno.

Masa-masa pengasingan itu sangat menentukan masa depan bangsa Indonesia sebab dari sanalah lahir ide pokok Pancasila dari pikiran Bung Karno.

“Dulu ketika Bung Karno di Ende ada tiga wanita asal Jabar yang memberikan peranan penting tak kenal lelah untuk selalu menyemangati,” ucap Djafar.

Selain itu, bupati Ende pun menyampaikan rencananya untuk membuat patung Bung Karno di Puncak Bukit Mega sebagai penghormatan atas jasa presiden pertama Indonesia. Ia berharap Pemerintah Provinsi  Jawa Barat mendukung rencana tersebut.

Ridwan Kamil Kamil pun sontak memberi dukungan. Pihaknya akan mengupayakan ada dukungan materi.

“Mungkin nanti juga akan dikolaborasikan patung Bung Karnonya seperti apa, nanti ada sumbangan dari seluruh masyarakat Jabar di Ende,” ucap Emil, sapaan akrabnya.

Emil juga menyambut baik konsep yang diusung Pemkab Ende menggunakan pendekatan budaya.

“Ada rencana pelestarian budaya dan juga lomba mirip Bu Inggit dan Bung Karno, saya kira itu sangat baik,” ujarnya.

Ia menyebut kerja sama dua daerah dengan sejarah panjang terkait perjalanan hidup Bung Karno dan Ibu Inggit Garnasih, akan membuka wawasan masyarakat tentang Pancasila dari sosok presiden pertama Indonesia.

“Pada saat Bung Karno di Ende diasingkan selama empat tahun ternyata yang menemaninya adalah tiga warga Jabar: Ibu Inggit, Ibu Amsi, dan Ibu Ratna anak angkatnya,” katanya.

Mereka bertiga, dari cerita Bupati Ende, memiliki peran penting dalam menjaga api perjuangan Bung Karno ketika diasingkan.

“Tiga warga Jabar tersebut menyemangati Bung Karno yang sedang diasingkan, dan akhirnya dalam renungannya merumuskan lahirnya kepancasilaan yang akhirnya resmi menjadi sebuah ideologi bangsa,” tuturnya.

“Jadi saya menduga peran di balik layar itulah yang sebenarnya menguatkan lahirnya Pancasila,” sambungnya.

Pertemuan tersebut juga membahas mengenai kegiatan yang akan dilakukan di Jabar tentang peristiwa Bung Karno yang dialami dua daerah ini.

Emil mengatakan, kegiatan seperti itu merupakan bentuk apresiasi pada zaman sekarang demi mengenalkan sejarah Bung Karno kepada anak-anak muda.

“Kalau boleh, coba bikin kaya teater. Kan dulu tentang Bu Inggitnya saja, nah ini bikin teater saat Bung Karno di Ende menceritakan istrinya mertuanya, dan menyemangati kemudian penggalian mengenai nilai Pancasila,” paparnya.

Ada yang istimewa dalam pertemuan dua kepala daerah tersebut, Emil memberikan hadiah patung kecil Bung Karno kesayangannya untuk Bupati Ende.

Rencananya event untuk menghormati jasa Bung Karno dan Ibu Inggit Garnasih akan dilaksanakan di Bandung pada 2022. Yaitu, salah satunya tentang lomba mirip Ibu Inggit Garnasih.