Calhaj Dari Kalangan PNS Kuningan Menerima Dengan Berat Hati Pembatalan Pemberangkatan Haji

Deni Hamdani/RMOLJabar
Deni Hamdani/RMOLJabar

Beberapa pejabat Pemerintah Kabupaten Kuningan termasuk salah satu Calon haji yang terpaksa menunda pelaksanaan ibadah haji ke tanah suci menyusul keputusan pemerintah pusat membatalkan pemberangkatan ibadah haji untuk kedua kalinya secara berturut-turut.


Salah satunya adalah Asisten Daerah II Kuningan yakni Deni Hamdani. Meski berat hati ia menerima keputusan pemerintah seraya berharap tetap tahun depan ditakdirkan Alloh swt bisa menunaikan salah satu rukun Islam itu.

"Iya, tahun kemarin dan tahun sekarang kami batal berangkat haji, dan ini dengan berat hati harus diterima. Sebab, pelaksanaan ibadah haji bagi muslim siapa yang gak mau? Namun apa mau dikata, ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan demikian," ujar Deni yang juga calhaj bareng istrinya.

Apalagi, lanjut Deni, hal yang sama dialami oleh semua calon haji di Indonesia. Menurutnya, ada beberapa rekan PNS Pemkab Kuningan yang bernasib sama.

"Untuk Calhaji tahun sekarang, kawan esselon dua itu ada, Pak Bunbun (Kadis Peternakan dan Perikanan), Pak Deniawan (Kepala Badan Inspektorat) itu semuanya teman calhaj bareng istrinya masing - masing," ungkapnya.

Terpisah, hal serupa juga dirasakan Bunbun Budhiyasa sekaligus Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kuningan. Meski demikian, Ia mengaku melakukan penambahan kegiatan ibadah.

"Iya, untuk ibadah wajib tentu saya lakukan dan penambahan ibadah sunah juga kami tingkatkan. Seperti puasa sunah Senin dan Kamis," ujar Bunbun saat dihubungi Kantor Berita RMOLJabar.

Bunbun mengungkapkan, untuk Calhaj dari kalangan pejabat di Kuningan. Ini terdiri dari pejabat esselon II dan III serta pejabat lainnya.

"Kalau untuk kalangan pejabat, saya kira ada sekitar sepulahan lebih ya," pungkasnya.