Cegah Korupsi Sejak Dini, Masyarakat Diminta Tidak Nyogok Saat Daftarkan Sang Anak

Lomba Kreativitas siswa fashion show baju daur ulang/RMOLJabar
Lomba Kreativitas siswa fashion show baju daur ulang/RMOLJabar

Penerapan pendidikan karakter pada siswa, penguatan SDM tenaga pendidik dan peran serta orang tua sangat diperlukan dalam untuk upaya pencegahan tindak pidana korupsi sedini mungkin mulai dari Sekolah.


Hal tersebut disampaikan Ketua PGRI Cabang Lemahabang, Cirebon, Dedi Junaedi pada wartawan di sela acara penggalangan dana untuk korban gempa Cianjur di bilangan Kanci Pabuaran, Sabtu (26/11). 

Dedi mengatakan, selain melalui pendidikan karakter untuk siswa agar tidak melakukan tindakan tidak terpuji, sekolah harus sering menggelar perlombaan agar siswa terbiasa dalam berkompetisi.

"Banyak cara bisa dilakukan dalam mencegah tindak pidana korupsi, salah satunya lewat kompetisi," ujarnya. 

Dedi juga meminta pada saat tahun pelajaran baru, masyarakat atau para orang tua tidak melakukan upaya tidak terpuji seperti menyogok agar anaknya diterima pada Sekolah unggulan. 

Selain itu, ia mencontohkan lomba fashion show baju daur ulang yang dilakukan SD Negeri 1 Asem Cirebon sebagai ajang unjuk kreativitas siswa dan para orang tuanya untuk belajar berkompetisi secara sehat. 

"Lomba fashion show baju daur ulang limbah rumah tangga harus diapresiasi sebagai upaya pihak sekolah dalam merangsang kreativitas, inovasi dan berkompetisi," jelasnya. 

Sementara itu, Guru SD Asem Cirebon, Fifi Siti Rofikoh mengatakan, lomba fashion show baju daur ulang untuk merangsang kreatifitas siswa dalam memahami sampah rumah tangga dapat dimanfaatkan kembali.

"Fashion show baju daur ulang ini ajang kompetisi kreatif siswa memilah sampah," singkat Fifi.