Cegah Pemudik Lewat Jalur Alternatif, Dishub Jabar Tambah Titik Penyekatan

Kepala Dishub Jabar, Heri Antasari/RMOLJabar
Kepala Dishub Jabar, Heri Antasari/RMOLJabar

Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar bakal menambah titik penyekatan ruas jalan terutama di jalur alternatif yang kerap dilalui pemudik. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah pemudik melalui jalur alternatif dan angkutan ilegal.


Kepala Dishub Jabar, Hery Antasari mengatakan, antisipasi perlu dilakukan terhadap pemudik dengan kendaraan pribadi maupun angkutan ilegal yang melalui jalan tikus. Sehingga, Dishub Jabar saat ini konsen dalam pengaturan di jalan-jalan alternatif.

"Dishub Jabar dan pihak Kepolisian, TNI, Satpol PP, dan stakeholder lain telah menyiapkan road off untuk melakukan penyekatan jalan. Sehingga, penyekatan jalan pada tahun 2021 akan ada penambahan titik penyekatan dibandingkan tahun 2020 lalu," kata Hery, Jumat (9/4).

"Penyekatan jalan akan sama dengan tahun lalu dan ditambah di titik-titik rawan yang menjadi kebocoran-kebocoran," tambahnya.

Ia memastikan, Dishub Jabar bersama aparat lainnya akan lebih waspada dalam melakukan penyekatan agar titik rawan kebocoran dari evaluasi tahun lalu dapat diperbaiki. Karena itu, pihaknya akan membuat penyekatan di berbagai titik khususnya perbatasan antar provinsi. 

"Akan ada pengawasan di jalur-jalur kecil atau jalur tikus yang kemungkinan digunakan warga yang nekat mudik ke kampung halaman," ucapnya.

Dalam penyekatan tersebut, terang Heri, diperkirakan akan ada 338 titik yang dijaga petugas gabungan dari Dishub, Kepolisian, TNI, dan Satpol PP di wilayah Jawa Barat untuk mencegah pemudik dan pemudik dini Lebaran 2021.

"Rencananya akan ada 338 titik di 27 kabupaten/kota di Jabar. Jadi itu dijaga oleh petugas gabungan bukan hanya dari Dishub Jabar saja," ujarnya.

Adapun sejumlah tempat yang bakal dilakukan penyekatan, beber Heri, tersebar di Kabupaten Bogor sebanyak 13 titik dan di Sukabumi 5 titik.

Ia mengkaui, posko penyekatan memerlukan sumber daya manusia lumayan banyak. Sebab, dalam penyekatan pihaknya harus memberhentikan kendaraan.

"Nah kalau orangnya bukan hanya dari Dishub kan enggak bisa melakukan itu," tutupnya.