Cegah Radikalisme, Generasi Muda Kudu Melek Literasi Digital

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar/Net
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar/Net

Generasi muda Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap persoalan intoleransi, radikalisme, serta terorisme. Sebagai calon pemimpin bangsa, generasi muda jangan sampai mengalami disorientasi terhadap bangsanya.


Begitu dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar.

"Konten-konten seperti radikalisme intoleran itu begitu leluasa di era global ini. Begitu leluasa dapat kita akses di sosial media,” kata Boy Rafli.

Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah bijak dalam bersosial media. Mengingat saat ini banyak misinformasi yang beredar di sosial media, penting kemampuan untuk memilih rujukan yang tepat dalam mengakses informasi agar tidak terprovokasi,

Dikatakan Boy Rafli, saat ini, terutama di tengah pandemi, ada peningkatan pemanfaatan sosial media dalam penyebarluasan konten radikalisme. Untuk itu perlu adanya kewaspadaan penggunaan sosial media khususnya bagi generasi muda.

“Literasi digital terhadap generasi muda ini yang wajib terus kita lakukan,” ujarnya seperti dikutip dari laman Unpad, Rabu (15/9).

Selain bijak sosial media, upaya pencegahan dan penangulangan terorisme pun dapat dilakukan melalui peningkatan wawasan keagamaan, kebangsaan, dan sosial politik.

Alumnus Program Doktor Ilmu Komunikasi Unpad tersebut mengingatkan, generasi muda jangan sampai melupakan jati diri bangsa. Perlu pemahaman kuat terkait perjuangan sejarah bangsa untuk dapat dicerna, hayati, dan amalkan.

“Dengan melakukan upaya penguatan nilai-nilai luhur bangsa, kita harapkan seluruh generasi muda bangsa Indonesia akan semakin cinta kepada negara ini, karena mencintai negara ini adalah merupakan kewajiban kita bersama tentunya sebagai anak bangsa,” kata Boy Rafli.