Cegah Virus Corona, Kunjungan Wisatawan Asing Ke KBB Harus Dibatasi Dan Diawasi

Mencegah masuknya virus Corona (Covid-19), Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna meminta pengelola tempat wisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB) membatasi jumlah wisatawan, khususnya membatasi pengunjung dari mancanegara.


Menurutnya, imbauan bagi pengelola wisata tersebut dikarenakan Covid-19 telah mewabah hingga ke berbagai belahan dunia. Mengingat penyebarannya yang sangat masif, pihaknya pun berinisiatif membatasi wisatawan asing masuk ke KBB untuk sementara waktu.

"Pengelola obyek wisata harus teliti terhadap wisatwan asing, harus dibatasi dan dipantau. Jadi Semuanya harus bergerak," ucap Umbara, Rabu (4/3).

Diketahui, pertanggal 4 Maret 2020, Covid-19 telah menyebar hingga ke 76 negara dengan jumlah mencapai 92.860 kasus, di mana sebanyak 3.162 di antaranya telah meninggal dunia akibat virus tersebut.

Tidak hanya pihak pengelola yang mesti melakukan pemantauan di lokasi wisata, Umbara pun menginstruksikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) KBB turun tangan melakukan pemantauan. Sebab, tidak menutup kemungkinan, virus yang tengah menjadi perhatian dunia, ditularkan wisatawan asing yang berkunjung ke daerah di Indonesia secara tak sengaja.

Maka dari itu, perlu upaya antisipasi penyebaran Corona dengan menutup setiap celah yang memungkinkan terjadinya penyebaran, termasuk dengan melakukan pengawasan terhadap pengunjung atau wisatawan asing di lokasi wisata di KBB.

"Nah, petugas dari Disbudpar harus ada yang berjaga di setiap obyek wisata dengan cara dibagi atau disebar ke obyek wisata yang ada di KBB, terutama di kawasan Lembang," terangnya.

Pihaknya juga telah melarang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai pelaksana proyek nasional Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) tidak mendatangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China. Sedangkan yang sudah terlanjur bekerja di KBB, dirinya meminta untuk tidak pulang-pergi ke China dan mesti dalam pengawasan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB.

"Waktu itu kan kita itu sudah melarang TKA yang di KCIC tidak pulang ke negaranya atau pulang dulu kesini. Jadi saat ini Disnaker juga sama harus bergerak," imbuhnya.

Umbara mengimbau, selain tetap tenang, masyarakat harus menggalakan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) guna membentengi diri dari infeksi virus Corona. "Menjaga kesehatan dengan konsumsi makanan bergizi dan membiasakan cuci tangan itu harus, supaya imun tubuh kuat dan tidak mudah tertular virus dan penyakit," pungkasnya.