Cukup Bukti, Kejari Karawang Tetapkan US Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Di Dinas Pertanian

Pengumuman tersangka dugaan kasus korupsi di Dinas Pertanian Karawang/Net
Pengumuman tersangka dugaan kasus korupsi di Dinas Pertanian Karawang/Net

Kejari Karawang mengumumkan tersangka dugaan korupsi di Dinas Pertanian Kabupaten Karawang.


Kepala Kejaksaan Negeri  (Kejari) Karawang  Rohayatie mengatakan dari hasil penyelidikan telah ditetapkan tersangka tipikor Dana  Alokasi Khusus ( DAK) di Dinas Pertanian tahun anggaran 2018. 

Pada tahun 2018 berdasarkan peraturan mendag Kementan RI tentang petunjuk operasional penggunaan dana alokasi khusus Lj.120.12.2017. 

Dinas pertanian Kabupaten Karawang telah mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus  (DAK) bidang pertanian 9.228.332.000.000 yang bersumber APBN.

"Dalam pelaksanaannya diduga  terjadi ada pungutan liar oleh Dinas Pertanian pertanian tahun anggaran 2018," ungkapnya kepada kantor berita RMOLJabar, saat konferensi pers diaula kantor Kejari, Kamis (23/7).

Menurut Rohayatie dari hasil pemeriksaan serta penyelidikan kepada kelompok tani (Poktan) maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), P3A, dan GP3A.

Sehingga ditemukan perbuatan yang  melanggar hukum sehingga  mengakibatkan kerugian negara. 

"Dari petugas penyidik sudah mengumpulkan alat bukti yang membuat terang tindak pidana, sehingga tim penyidik menetapkan tersangka yaitu US (60) selaku penanggungjawab dalam program Damparit anggaran tahun 2018 tersebut" ujarnya.

Rohayatie juga menjelaskan sebelum menetapkan tersangka pihaknya melakukan pemeriksaan intensif terhadap para saksi yang berjumlah 160 orang terdiri dari kelompok tani, PPL, kepala UPTD, dan dinas pertanian.

Atas dasar pemeriksaan itu kemudian dikeluarkan surat ketetapan tersangka Nomor 1466-F.2.26-FD.1-07-2021 tanggal 22 juli 2021. 

"Sehingga  perbuatan tersangka melanggar pasal 2 ayat 1, pasal 3, pasal 12 huruf e, pasal 12 ayat 1,2,3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 bagaimana yg telah di ubah si UU RI nomor 20 tahun 2021,"singkatnya.

Sementara itu, ditempat yang sama Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Karawang  Tohom Hasiholan mengimbau kepada pedagang atau  penjualan obat-obatan agar tak menimbun atau menjual harga tabung oxigen, obat-obatam dan vitamin diatas harga ecetan tertinggi (HET).

"Maka jangan segan-segan untuk memberikan informasi kepada kami. Kita sama sama berjuang pada masa pandemi ini, dan jangan sampai ada pihak yang mengambil keuntungan tersendiri," pungkasnya.