Dalam Keadaan Darurat, Vaksin Covid-19 Boleh Digunakan Meski Tidak Halal

Wakil Presiden Maruf Amin/Repro
Wakil Presiden Maruf Amin/Repro

Wakil Presiden Maruf Amin menjelaskan hukum menggunakan vaksin yang sesuai dengan ketentuan Islam dan aturan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).


Persoalan tersebut dibahas Maruf Amin dalam acara dialog bersama Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, dr Reisa Brotoasmoro, dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (16/10).

"Memang artinya kalau soal kehalalan itu, apabila itu (vaksin) halal, itu memang tidak menjadi masalah. Tapi harus ada serifikasinya. Yang memiliki otoritas (mengeluarkannya) dalam hal ini majelis ulama," terang Maruf, dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL.

Kendati demikian, mantan Rais A'am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut juga menyatakan, jika vaksin yang tengah disediakan pemerintah sekarang ini belum tersertifikasi halal tetap bisa digunakan.

Pasalnya, sambung Maruf, Indonesia juga pernah harus menggunakan vaksin meningitis yang belum halal. Hal tersebut dilakukan karena keadaan darurat.

"Andaikata di dalam suatu ketika seperti meningitis, itu ternyata belum ada yang halal, tetapi kalau tidak ada, tidak digunakan vaksin itu akan menimbulkan kebahayaan, akan menimbulkan penyakit yang berkepanjangan," ungkapnya.

"Maka bisa digunakan walaupun tidak halal, secara darurat tetapi dengan penetapan oleh lembaga. Bahwa ini boleh digunakan karena keadaaannya darurat. Tapi harus ada ketetapan yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia," tandas Maruf.