Dalami Dugaan Suap Penanganan Perkara, KPK Geledah Gedung MA

Ilustrasi Gedung KPK/RMOL
Ilustrasi Gedung KPK/RMOL

Upaya paksa penggeledahan di Gedung Mahkamah Agung (MA) dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), usai mengumumkan 10 orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan perkara di MA.


Jurubicara bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri mengatakan, tim penyidik KPK hari ini melaksanakan penggeledahan, di antaranya berlokasi di Gedung MA RI.

"Kegiatan saat ini masih berlangsung dan nantinya kami akan kembali menginformasikan perkembangannya," ujar Ali kepada wartawan, Jumat (23/9) siang.

Sebelumnya, sekitar pukul 10.22 WIB, Hakim Agung MA Sudrajad Dimyati (SD) menyerahkan diri ke Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Dia menyerahkan diri setelah diultimatum Ketua KPK Firli Bahuri untuk kooperatif hadir ke KPK saat mengumumkan Sudrajad bersama sembilan orang lainnya sebagai tersangka usai melakukan kegiatan tangkap tangan di Jakarta dan Semarang, Jawa Tengah pada Rabu (21/9).

"Berdasarkan hasil keterangan saksi dan bukti-bukti yang cukup maka penyidik menetapkan sebanyak 10 orang sebagai tersangka," ujar Firli kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (23/9) dini hari.

Kesepuluh orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Sudrajad Dimyati (SD) selaku Hakim Agung pada MA; Elly Tri Pangestu (ETP) selaku Hakim Yustisial atau Panitera Pengganti MA; Desy Yustria (DY) selaku PNS pada Kepaniteraan MA; Muhajir Habibie (MH) selaku PNS pada Kepaniteraan MA; Redi selaku PNS MA; Albasri (AB) selaku PNS MA.