Dampak Corona, 29 TKI Asal Cimahi Belum Diketahui Kondisinya

Sejak 2 tahun terakhir, sebanyak 29 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kota Cimahi masih tertahan di luar negeri akibat pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).


Bahkan, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi belum mengetahui kondisi puluhan TKI atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut. Sebab, belum menerima laporan lebih lanjut dari pihak penyalur tenaga kerja. 

Kepala Bidang Penempatan Pelatihan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnaker Kota Cimahi, Isnendi mengatakan, pada tahun 2019, pihaknya mencatat sebanyak 16 warga Cimahi, yakni 12 orang perempuan dan 4 orang laki-laki yang mencari penghidupan di luar negeri seperti Taiwan, Hongkong, Jepang, dan Malaysia.

Sementara di tahun 2020, tercatat jumlahnya bertambah 13 orang menjadi 29 TKI dengan rincian 6 orang perempuan serta 7 orang laki-laki yang bekerja di Qatar, Arab Saudi, Malaysia, Jepang, serta Taiwan.

"Pekerjaannya macam-macam mulai dari house maid, operator produksi, operator industri, care driver, domestic worker, kontruksi, SSW agriculture, guru, field (ingenieur), study dan magang, stiker and commis," terang isnendi, Kamis (2/4).

Keberangkatan ke-29 TKI asal Cimahi tersebut, terang dia, menggunakan dua alur seperti melalui agen resmi atau berangkat secara mandiri dengan mencari lowongan kerja dari perusahaan. Namun, untuk yang mandiri biasanya sudah memiliki kompetensi dan telah lulus seleksi dari perusahaan luar negeri terkait.

Kendati demikian, tegasnya, sebagai salah satu syarat pemberangkatan, para TKI tersebut mesti mengantongi rekomendasi Disnaker Kota Cimahi supaya tidak menjadi TKI ilegal.

"Ya (TKI ilegal) ada. Biasanya yang ilegal itu baru ketahuan ilegal kalau ada kasus. Nah rekomendasi Disnaker itu sebagai bentuk legalitas untuk pembuatan paspor-nya," jelasnya.

Disinggung soal 29 TKI asal Cimahi berdasarkan data pemberangkatan tahun 2019-2020, dia menuturkan, saat ini ke-29 TKI tersebut masih berada di luar negeri. Akan tetapi, pihaknya belum mengetahui kondisi ke-29 TKI tersebut sehubungan dengan meluasnya wabah Covid-19, dan Disnaker Kota Cimahi belum mendapat laporan dari pihak penyalur tenaga kerja.

"Kita belum menerima laporan dari agennya. Hanya untuk sementara ini pemerintah pusat sudah menginstruksikan untuk menyetop sementara pengiriman PMI. Kita berharap PMI dalam kondisi baik dan tetap aman," tandasnya.