Dampak Pandemi, Pembangunan Huntap Di Kuningan Terhambat

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia menyebabkan pemotongan besar-besaran pada pos anggaran belanja negara sampai tingkat daerah dan desa. Salah satunya, pembangunan Hunian Tetap (Huntap) yang kini tengah dilakukan warga Desa Pinara, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan.


Anggota DPRD asal Desa Citapen Kecamatan Hantara, Toto Tohari mengatakan, pelaksanaan pembangunannya masih sangat kurang. Menurutnya, Huntap yang terdampak bencana besar pada 2018 lalu, kini oembangunannya masih terhambat berbagai masalah. 

"Bantuan pun yang semula akan diberi senilai Rp 35 juta untuk pembangunan satu unit Huntap, sekarang hanya Rp17,5 juta saja. Berupa bahan bangunan senilai Rp15 juta, sisanya Rp2,5 juta HOK atau untuk ongkos kerja tukang," kata Toto kepada Kantor Berita RMOLJabar, Selasa (13/10). 

Dia menerangkan, pengurangan anggaran terjadi untuk pembangunan sarana air bersih, jalan menuju desa, dan juga listrik. Persoalan tersebut dihadapi warga yang akan mendiami Huntap, di Desa Rambatan, Kecamatan Ciniru.

Sebagai legislator perwakilan Kecamatan Cinuru dan Hantara, Toto mengaku akan membantu menyelesaikan keluhan warga. Ia berkomitmen untuk menindaklanjuti dan memenuhi bantuan-bantuan yang diperlukan warga setempat.

“Saya juga sempat kroscek langsung ke sana dan mendengarkan keluhan warga seperti apa saja, dan saya akan bantu follow up ke pemerintah daerah melalui dinas terkait,” katanya. 

Politisi Partai Gerindra tersebut berharap bisa secepatnya membantu warga guna menyiapkan Huntap yang nyaman dan aman untuk ditempati kedepan.

“Untuk jalan dan listrik itu sudah pasti dibantu dengan pemerintah, namun mengenai air bersih masih menjadi perbincangan karena sumber mata air di sekitar huntap cukup sulit,” jelasnya.

Untuk saat ini, Toto menegaskan, yang menjadi perhatian adalah mengenai penerangan jalan dan akses jalan. Sebab, untuk masuknya alat berat pun susah karena kondisi yang licin akibat hujan. 

"Permasalah ini, menjadi pemikiran kita bersama. Baik pemerintah daerah, desa maupun saya selaku anggota DPRD dalam merealisasikan aspirasi masyarakat," tegasnya.