Dampak PSBB Jakarta, Ini Kondisi Terkini Okupansi Hotel Di Pangandaran

Ilustrasi hotel/Net
Ilustrasi hotel/Net

Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta berdampak bagi sektor pariwisata di Jawa Barat (Jabar). Satu di antaranya di bidang perhotelan di Pangandaran.


Anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PRHI) Divisi promosi dan humas, Abi Kuswanto mengatakan, di Kabupaten Pangandaran sampai dengan 12 September 2020 mengalami okupansi yang bagus. Namun hal tersebut terjadi sebelum adanya pernyataan dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang mengumumkan PSBB di Jakarta.

Selain itu, imbuh Abi, Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) di Bogor, Depok, dan Bekasi, ikut berdampak turunnya wisatawan. Mengingat sebagian besar wisatawan berasal dari kawasan Ibukota.

"Itu ternyata memberikan efek ke Pangandaran. Para wisatawan ada rasa paranoid terhadap Pandemi ini, akhirnya mulai pada cancel," kata Abi.

Menurutnya, sebelum ada pernyataan PSBB Jakarta dan PSBMK Bodebek, para wisatawan secara rata-rata 60-65% bisa masuk. Namun setelah ada informasi tersebut, okupansinya mengalami penurunan sebesar 40 persen sampai saat ini. 

"Kalau hotel sebetulnya tidak bisa berbuat banyak karena posisinya mau tidak mau karena wisatawan yang datang ke Pangandaran memang untuk liburan," pungkasnya.