Dana Pelatihan Tak Kunjung Cair, BLK Komunitas Di Subang Gunakan Modal Pribadi

Program pelatihan menjahit berbasis kompetensi yang seharusnya sudah dilalukan BLK di daerah belum juga bisa dilakukan, pasalnya dana pelatihan tersebut tak kunjung cair padahal beberapa Balai Latihan Kerja (BLK) telah melakukan pembukaan pelatihan dengan modal sendiri.


Pimpinan Ponpes Darul Falah Cimanggu Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang Kyai Ridwan Hartiwan, mengaku kecewa karena hal itu tak sesuai dengan gembar-gembor presiden terkait penyaluran dana di masyarakat.

"Apalagi ini dimasa pandemi Covid-19 begini, masyarakat dan santri sudah pada daftar pelatihan, MOU sudah, tapi tak kunjung ada informasi, sudah hampir 7 bulan aktivitas pelatihan tak berjalan," kata Kyai Ridwan, Rabu (22/7).

Menurut Kyai Ridwan seharusnya penyaluran dana pelatihan ke BLK komunitas lebih dipermudah karena berhubungan langsung dengan upaya peningkatan skill masyarakat secara langsung.

"Kami berharap langkah cepat tanggap instansi terkait karena di situasi Covid-19 ini pelatihan akan menghidupkan masyarakat dan benar-benar melahirkan kompetensi skill dari masyarakat lapisan bawah," ungkapnya.

Pondok pesantren Darul Falah sendiri untuk pelatihan angkatan kedua akan segera melaksanakan pembukaan dengan biaya lembaga sendiri.

"Kita tetap buka pelatihan bagaimanapun caranya, keluhan kami ini hanya sebagai masukkan saja untuk instansi berwenang agar BLK Komunitas bisa tetap berjalan dan berdaya guna di masyarakat," pungkasnya.