Darurat Covid-19, Garut Bakal Lakukan PSBB Bersekala Mikro Di 6 Kecamatan

Rudy Gunawan/RMOLJabar
Rudy Gunawan/RMOLJabar

Hari ini, Sabtu (19/9), Kabupaten Garut catatkan rekor baru penambahan kasus Covid-19 diman ada 21 orang terkonfirmasi positif tertular virus mematikan itu.


Untuk itu Pemerintah Kabupaten Garut akan menerapkan status darurat Covid-19 menyusul melonjaknya kasus transmisi lokal virus corona. Apalagi tim gugus tugas menemukan kasus dimana dalam satu RT ada 15 orang yang positif tertular virus asal China tersebut.

"Ada 15 orang yang positif di Sukawening. Sisanya tersebar dan ada penambahan klaster keluarga juga," ujar Rudy di Pendopo Garut, Sabtu (19/9).

Menurutnya, sejak Senin lalu, terjadi peningkatan kasus positif yang tak terprediksi sebelumnya. Berdasarkan survei, penyebaran bukan berasal dari kasus impor.

"Saat ditanya ternyata mereka tak pernah ke luar daerah. Paling ke pasar, tak punya riwayat perjalanan ke luar," katanya.

Rudy menilai situasi ini sudah sangat berbahaya. Pihaknya akan meningkatkan intensitas razia protokol kesehatan.

"Razia akan dilakukan ke gang-gang, tak hanya di jalan raya," ucapnya.

Selain itu, begitu ada kasus konfirmasi positif wajib menjalani isolasi di rumah sakit. Lingkungan di sekitar orang yang positif juga akan harus melakukan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM).

Rudy menambahkan, ada enam daerah yang direkomendasikan melakukan PSBM. Yakni Sukawening, Cikajang, Garut Kota, Karangpawitan, Cilawu, dan Bayongbong.

"Total ada 1400 KK yang akan menjalani PSBM selama 10 hari. Pemerintah akan memberi jadup sebesar Rp 700 ribu per KK untuk 10 hari," katanya.