Daya Beli Masyarakat Melemah, Buruh Minta Parlemen Serius Mengatasi Penderitaan Rakyat

Ketua Kasbi, Nining Elitos/Net
Ketua Kasbi, Nining Elitos/Net

Unjuk rasa dilakukan sejumlah organisasi massa buruh dan mahasiswa di Gedung DPR RI, Senayan, Kamis (21/4). Mereka menuntut parlemen memberikan perhatian serius terhadap penderitaan rakyat.


Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos mengatakan, pihaknya telah menyampaikan tuntutannya kepada dua Pimpinan DPR RI, yakni Sufmi Dasco Ahmad dan Rahmat Gobel.

Dalam audiensi tersebut, beberapa tuntutan yang disampaikan tentang RUU Peraturan Perubahan Perundang-undangan (PPP), Omnibus Law UU Cipta Kerja, kemudian penolakan keniakan BBM, Sembako, minyak goreng, LPG, dan PPN.

"Di mana dengan berbagai macam kenaikan ini berimbas, berimplikasi dengan kebutuhan masyarakat. Kami sebagai kaum buruh tentu punya pengaruh dengan berbagai macam kenaikan itu. Di mana daya beli masyarakat termasuk kami kaum buruh semakin melemah,” kata Nining.

Dua tahun dihantam pandemi Covid-19, kata Nining, upah buruh tidak mengalami kenaikan. Namun demikian, pemerintah justru menaikkan sejumlah bahan pokok.

Dampaknya, dijelaskan Nining, justru menambah penderitaan rakyat kecil terutama kaum buruh.

“Sehingga kami sampaikan agar pimpinan DPR termasuk yang ada jadi wakil-wakil rakyat di DPR harus jadi perhatian serius karena penderitaan rakyat,” ucapnya, diwartakan Kantor Berita Politik RMOL.

Pihaknya menyampaikan agar pimpinan DPR dan wakil rakyat di Senayan memberikan perhatian serius. Sebab, penderitaan rakyat karena berbagai macam regulasi kebijakan telah terjadi.

Ia berharap dengan perhatian serius DPR akan berimbas baik pada sektor ekonomi secara nasional, termasuk mencegah terjadinya gejolak sosial.