Dishub Kota Bandung: Kedepan Masyarakat Tak Perlu Muter-muter Cari Tempat Parkir

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mulai melakukan penataan parkir dengan menyiapkan 4 terobosan baru untuk penertiban lahan parkir. Hal ini di lakukan untuk mengantisipasi munculnya parkir liar.


Kabid Manajemen Transportasi dan Parkir Dishub Kota Bandung, Khairur Rijal mengatakan, minimnya lahan parkir dapat memicu parkir-parkir liar yang akhirnya menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan.

Ia menjelaskan, Pertama, semua lahan parkir off street terutama yang besar-besar itu akan di pasang signboard di get masuk Informasi slot parkir kosong yang ada di dalam.

"Jadi masyarakat yang mengantri ke tempat parkir tersebut tahu bahwa didalamnya posisi slot parkir kosong atau penuh, jadi dia tidak akan memaksakan diri, dia bisa beralih ke tempat ljad," jelasnya.

"Kita lihat di beberapa titik antrian masuk ke lokasi gedung atau mall atau pusat perbelanjaan yang menjadi favorit itu bisa ngantri keluar kemana-mana. Contoh cukup banyak dekat sini juga ada, dan antrian masuk kesitu bisa menyebabkan terjadinya kemacetan lalu lintas terhambatnya arus yang mengalir," tambahnya.

Yang kedua, kata dia, nanti di beberapa jalan utama masuk ke Kota kita, Dishub akan membuat signboard pemberitahuan awal agar masyarakat tahu sebelum mendekati lokasi yang dia tuju apakah ada slot parkir atau tidak.

Kemudian yang ketiga, di baseman parkir. Dishub akan memasang indikator parkir penuh atau tidak, yakni dengan memberi tanda merah. Artinya kalau merah menandakan basement tersebut sudah terisi penuh. Sedangkan hijau, artinya basement masih kosong.

"Kalau kita masuk ke basemant parkir yang besar itu kan harus muter-muter buat nyari slot parkir kadang-kadang sudah satu jam muter-muter tidak ketemu contoh di TSM itu akan membuat bahan bakar terbuang waktu juga terbuang dan sendatan di dalam basement," jelasnya.

Terakhir, lanjutnya, Dishub akan mencoba membuat aplikasi parkir. Melalui aplikasi tersebut, nantinya masyarakat bisa mengetahui slot parkir kosong di beberapa pusat perbelanjaan di Kota Bandung.

"Intinya kemudahan masyarakat untuk mengetahui slot parkir kosong di tempat parkir-parkir, jadi dari rumah sudah tahu duluan berapa sisa yang kosong, jadi kalau sudah penuh ngapain memaksakan," terangnya.

"Beberapa sudah dilaksanakan contoh di Jogja Sunda disitu ada signboard di pintu masuk, kemudian kita akan coba pendakatan ke beberapa mall seperti TSM, Festival Citylink," tandasnya.