Desa Terdampak Bencana Dan Gagal Panen Di Pangandaran Dapat Bantuan 53 Ton Beras

Penyaluran bantuan beras di Kabupaten Pangandaran/Istimewa
Penyaluran bantuan beras di Kabupaten Pangandaran/Istimewa

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menyalurkan 53,739 ton beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) bagi masyarakat terdampak banjir dan gagal panen di Kabupaten Pangandaran. 


Selain itu, Wagub juga menyerahkan 400 paket sembako Penanganan Daerah Rawan Pangan (PDRP) untuk 400 kepala keluarga. 

"Kami memberikan bantuan kepada Kabupaten Pangandaran khusus untuk kebutuhan bencana. Ini sebagai bentuk perhatian kami terhadap kabupaten/kota yang tertimpa bencana. Apalagi di sini bencananya berakibat gagal panen, yaitu banjir," ucap Uu, Sabtu (10/4).

Adapun beras CPPD akan disalurkan kepada 2.612 kepala keluarga di tiga desa di Kecamatan Kalipucang, yakni Desa Maruyung Sare, Desa Pamotan, dan Desa Tenggilis. Ketiga desa itu sebelumnya terendam banjir yang menyebabkan gagal panen.

Uu mengatakan, penyaluran beras CPPD bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan di daerah-daerah yang berpotensi mengalami rawan pangan.

"Salah satu tugas pemerintah hari ini untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, kami laksanakan penyaluran bantuan beras kepada masyarakat yang ada di Kabupaten Pangandaran," katanya.

Selain itu, dirinya juga memotivasi petani yang mengalami gagal panen untuk terus bertani. Ia meminta petani tidak mengalihfungsikan sawah, apalagi menjualnya. 

"Saya minta kepada masyarakat yang ada di Jabar, karena ranking Jabar turun dari penyumbang beras nomor dua di tingkat nasional sekarang jadi nomor tiga, maka petani jangan menjual sawahnya. Pemerintah tengah berupaya untuk intensifikasi sawah," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar, Jafar Ismail mengatakan, Pemprov Jabar terus berupaya mewujudkan kedaulatan pangan. 

"Adapun maksud dari kegiatan penyaluran cadangan pangan ini adalah untuk menyediakan komoditi beras sebagai makanan pokok, dalam rangka mencegah kekurangan pangan, baik menghadapi gejolak harga pangan, bencana alam, ataupun dalam menghadapi keadaan darurat," tandasnya.