Deteksi Dini Penting Untuk Mencegah Risiko Kematian Akibat Covid-19

Direktur Utama (Dirut) RSUD Al Ihsan Dewi Basmala Gatot/Ist
Direktur Utama (Dirut) RSUD Al Ihsan Dewi Basmala Gatot/Ist

Kesadaran masyarakat mendeteksi dini keberadaan virus penyebab Covid-19 sangat penting untuk menekan risiko kematian. Deteksi dini bisa dilakukan dengan memahami gejala-gejala Covid-19. 


Dilansir situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gejala Covid-19 paling umum adalah demam, batuk kering, dan rasa lelah. Gejala lainnya yakni hidung tersumbat, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan kehilangan penciuman.

Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Al Ihsan, Dewi Basmala Gatot mengatakan, banyak pasien Covid-19 yang datang ke RSUD Al Ihsan dalam keadaan gawat dengan saturasi oksigen yang rendah, sehingga pasien telat mendapatkan penanganan dan mengakibatkan kematian. 

Oleh karena itu, Dewi mengimbau kepada masyarakat untuk mengetahui gejala-gejala Covid-19 dan langsung melakukan skrining apabila mengalami gejala Covid-19. Dengan begitu, pasien Covid-19 akan cepat mendapatkan penanganan dan perawatan. 

"Banyak yang datang dalam kondisi berat. Kadang ada yang meninggal dunia (saat mendapat penanganan) di IGD," ucap Dewi di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (12/6). 

"Sebetulnya kondisi seperti itu pasien sudah lama di rumah. Tidak terdeteksi di rumah atau didiamkan saja di rumah. Tahu-tahu masuk rumah sakit dalam kondisi yang berat," tambahnya. 

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Borromeus, Chandra Mulyono menilai, masyarakat harus mengenali tanda-tanda dini terpapar Covid-19 dan jangan membiarkan kondisi kesehatan menurun secara bertahap karena bergejala Covid-19. 

"Kenali tanda-tanda dini terpapar Covid-19 sehingga lebih cepat datang dan mendapat penanganan. Kalau terlambat malah meninggalkan gejala sisa yang sulit diatasi bahkan menyebabkan kematian," katanya. 

Selain mendeteksi dini keberadaan Covid-19, masyarakat Jabar pun diimbau untuk terus displin menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5M.

"Banyak bukti ilmiah menunjukkan, penerapan prokes efektif cegah penularan Covid-19," tandasnya.