Dewan Angkat Bicara Soal Aktifitas Galian C Berdekatan dengan SD Rasamulya Soreang

Galian C Di dekat SDN Rasamulya/RMOLJabar
Galian C Di dekat SDN Rasamulya/RMOLJabar

Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rasamulya di Desa Sadu, Soreang, Kabupaten Bandung terancam rubuh. Aktifitas galian C yang hingga hari ini masih berlangsung, diduga sebagai penyebab.


Rasa khawatir dan prihatin di rasakan Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Cecep Suhendar. Dirinya mengaku prihatin dengan kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rasamulya di Desa Sadu Kecamatan Soreang yang bangunannya nyaris tergerus oleh aktivitas galian C.

"Satuan pendidikan yang melaksanakan KBM harus memberikan kemudahan jangkauan, rasa aman dan perlindungan terhadap keamanan siswa dan para pendidik dan tenaga kependidikan di tempat tersebut," ujarnya, Senin (21/11).

Dikatakan Cecep, soal SDN Rasamulya yang terlalu berdekatan bahkan mengancam bangunan sekolah tersebut, Dinas Pendidikan harus segera mengambil langkah nyata. Mulai dari mediasi, koordinasi dengan lembaga lainnya yang terkait dengan urusan galian C. Yakni Disperkimtan dan DPTSP Kabupaten Bandung.

"Sangat memprihatinkan dan membahayakan nyawa manusia. Bagaimana kalau tiba-tiba ambrol tanahnya, apalagi sekarang musim hujan rawan terjadi bencana. Disdik harus segera berkoodinasi dengan lembaga lainnya, jangan menunggu ada korban jiwa dulu baru bergerak dong," imbuhnya.

Kemudian, kata Cecep, instansi atau dinas terkait dengan urusan galian C itu harus meneliti legalitas dari perusahaan penambang tanah di tempat tersebut. Khususnya izin usah penambangan (IUP) serta bagaimana dengan kajian lingkungannya. Jika mengantongi izin, pastinya dalam dokumen perizinannya akan dilampirkan rekomendasi kajian lingkungan. Berupa analisa dampak lingkungan (Amdal).

"Kami dari Komisi D akan segera kesana, untuk memastikan apakah KBM di tempat itu terganggu atau tidak, kemudian apakah aktivitas galian C disana mengancam keselamatan siswa dan para tenaga kependidikan. Atau bahkan, bisa saja mengancam nyawa penduduk sekitar," ujarnya.

Cecep melanjutkan, jika benar-benar mengancam keselamatan jiwa. Ada dua pilihan yang bisa dilakukan pemerintah, pertama merelokasi sekolah tersebut. Atau menghentikan dan menutup aktivitas galian C di tempat itu jika perusahan yang melakukan pengerukan tahan itu ilegal alias tak berizin.

Berdasarkan data dari situs data sekolah kemendikbud.go.id, SDN Rasamulya yang berlokasi di Kampung Patrol Desa Sadu Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung ini, memiliki siswa sebanyak 89 orang siswa dengan 8 orang guru. Sekolah ini memiliki 6 ruang kelas, 1 perpustakaam dan 1 ruang sanitasi. 

Sayangnya hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Ruli Hadiana yang dihubungi melalu aplikasi pesan Whats App belum memberikan tanggapan.[(Ozzi Amedeo)