Dewan Minta PTM Terbatas Harus Dikombinasikan Dengan Pembelajaran Daring

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Asep Surya Atmaja/RMOLJabar
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Asep Surya Atmaja/RMOLJabar

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi mengapresiasi langkah pemerintah yang telah memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di sekolah-sekolah. 


Meski begitu, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Asep Surya Atmaja meminta pemberlakuan tatap muka tersebut tidak dilakukan seluruhnya. Penerapan pembelajaran secara daring juga dapat dikombinasikan.

Sebab, kata Politisi Partai Golkar ini, ada kondisi tertentu yang tidak memungkinkan siswa untuk bisa mengikuti pembelajaran secara tatap muka. Misalnya, jika siswa belum divaksin, sedang dalam perawatan atau keluarga siswa punya riwayat komorbid penyakit pernapasan.

"Tatap muka terbatas sekolah tidak boleh memaksakan, seharusnya boleh secara daring atau boleh juga secara tatap muka, keduanya harus di kombinasikan," kata pria yang juga bergelar dokter ini.

Menurutnya, dalam penerapan pembelajaran tatap muka, perlu ada prasyarat tambahan yang dibuat agar siswa boleh hadir secara fisik di sekolah, misalnya keluarga siswa tidak ada riwayat penyakit komorbid, terutama penyakit pernapasan atau penyakit yang dapat menurunkan imunitas.

"Yang pasti sekolah harus memastikan semua sudah divaksin, baik itu keluarga siswa, guru pengajar maupun siswa itu sendiri. Guru juga harus melakukan alloanamnesis ke keluarga siswa," ujarnya.

"Kalau misalnya ada keluarga siswa yang mempunyai riwayat komorbid, seperti jantung atau penyakit pernapasan yang bisa diturunkan ke anak. Atau anak itu sedang menjalani perawatan TB Paru, atau anak sedang berpenyakit yang dapat menurunkan imunitas, seperti penyakit Morbili, DBD dan lainnya maka anak itu tak perlu belajar tatap muka, cukup secara daring saja di rumah," bebernya.

Hal ini menurutnya penting untuk dilakukan, supaya jangan sampai nantinya pembelajaran tatap muka malah menjadi klaster baru yang menyebabkan resiko kematian yang tinggi bagi siswa.

Kemudian, kata Asep, di sekolah juga harus memperhatikan secara ketat protokol kesehatan yang diterapkan, baik itu kapasitas ruangan maupun sirkulasi udara di kelas.

"Lalu ruangan, kapasitas ruangannya juga harus diperhatikan, kemudian sirkulasi udara diruangannya gimana. Gak bisa ruangan benar - benar tertutup minimal ada sirkulasi udaranya," ungkapnya.

Dengan begitu, ia berharap pembelajaran tatap muka dapat berjalan dengan baik, dan tidak ada penyebaran virus Covid-19 di sekolah. Ia berpesan kepada murid dan siswa untuk tetap menerapkan prokotol kesehatan secara ketat.

"Kita juga meminta guru dan siswa harus terapkan Prokes, walaupun sekarang kasus Covid-19 sudah menurun," tandasnya.