Digeruduk PMII, Komisi I DPRD Pangandaran Klaim Program Pahe Masih Berlangsung

Ketua Komisi I DPRD Pangandaran Adang Sudirman saat menerima kado dari massa aksi/RMOLJabar
Ketua Komisi I DPRD Pangandaran Adang Sudirman saat menerima kado dari massa aksi/RMOLJabar

Komisi I DPRD Kabupaten Pangandaran dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora), akhirnya menemui massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang berunjuk rasa menuntut kejelasan program Pangandaran Hebat (Pahe).


Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pangandaran, Adang Sudirman mengaku, tetap optimis jika program Pahe di Kabupaten Pangandaran bisa berjalan dengan baik.

“Kami memaklumi jika Pemda mengalami keterlambatan karena kondisi Pandemi Covid-19, secara teknis kami yakin ini bisa berjalan,” kata Adang usai menerima massa aksi di depan gedung DPRD Kabupaten Pangandaran, Jumat (4/6).

Dijelaskan Adang, program Pahe telah memiliki Peraturan Bupati (Perbup) yang mengurusi pendidikan dari mulai Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).

“SLTA ini kan kewenangannya di Provinsi, jadi kalau Pahe untuk SLTA dan lembaga di bawah Kementerian Agama prosesnya harus melalui hibah terlebih dahulu,” paparnya.

Hingga saat ini, beber Adang, pihaknya belum mendengar keluhan dari tingkat bawah terkait program Pahe yang sudah bergulir sejak beberapa tahun lalu.

“Belum ada terdengar keluhan dari bawah, bahkan tadi disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan bahwa program ini sedang berlangsung hingga sekarang,” tutupnya.

Saat berdialog dengan massa aksi, Plt Kepala Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Agus Nurdin menyebut pembayaran Pahe untuk SD dan SMP sedang berlangsung. Namun, ia enggan diwawancarai wartawan setelah dialog rampung.

“Gak ada pimpinan, ini kewenangan pimpinan yang menjelaskan,” singkatnya.

Sebelumnya, massa aksi dari PMII Kabupaten Pangandaran melakukan unjuk rasa meminta kejelasan program Pahe.

Dalam aksinya, masa sempat menyalami baliho Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin karena tidak pernah hadir pada setiap PMII datang ke gedung dewan.

Mereka juga memberikan kado berisi tiga buah barang, di antaranya batu baterai, kacamata dan kain kafan, yang masing-masing memiliki nilai filosofi keberadaan DPRD Pangandaran.