Digitalisasi Pengelolaan Destinasi Wisata Di Karawang

Yudi Wibawa/RMOLJabar
Yudi Wibawa/RMOLJabar

Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pariwisata dan Budaya, melihat sektor wisata sebagai salah satu potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menjanjikan. Oleh karena itu pengelolaan destinasi-destinasi wisata di daerah tersebut akan dibuat profesional dan inovatif sesuai dengan perkembangan jaman. Termasuk perkembangan teknologi informasi.


Dengan bantuan teknologi informasi itu pula Pemkab Karawang akan memperbaiki manajemen pengelolaan destinasi wisata, promosi dan mengembangkan brand image.

“ Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sudah mulai melakukan promosikan maupun  branding dengan  mengunakan sistem digital baik media elektronik atau media sosial,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karawang Yudi Wibawa kepada Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (15/10).

Yudi menampik, jika ada sebagian masyarakat tokoh politik di Karawang yang menilai pengelolaan sektor wisata di Karawang ketinggalan jaman. Ia mengaku bila Pemkab selalu mengembangkan inovasi dalam mengelola sektor wisata, termasuk penggunaan teknologi digital.

" Teknologi digital sudah diterapkan sejak tahun kemarin , itu sudah di mulai. Sebelumnya tahun 2019 kita mulai usulan kampung boneka sebagai destinasi belanja terpopuler (di media sosial )se-Indonesia dan ketika itu juara III tingkat Nasional." Ungkap Yudi.

Tak hanya Kampung Boneka, lanjut Yudi, pihaknya pun  menggunakan platform digital untuk mempromosikan destinasi wisata lain, seperti: Candi  Jiwa, Puncak Sempurdan Sanggabuana.

Masih kata Yudi, tahun depan Pemkab pun akan mulai menggunakan teknologi digital dam pengelolaan tiket di beberpa destinasi wisata dengan tujuan menghindari kebocoran PAD.

“Untuk tahun 2021 ini kita punya program E-tiket untuk mengurangi kebocoran pungutan karcis,”ujarnya.

Diakui Yudi, salah atu kelemahan Pemkab adalah belum kuatnya kerjasama pengelolaannya wisata dengan pihak lain. Namun demikian, Yudi memastikan kerkurangan itu terus dievaluasi dan diperbaiki.

“Dulu pernah dilakuka ,setelah saya kesini ternyata masih banyak program lain yang harus di jalankan. Kerjasama tentu akan bisa maksimal,” pungkasnya.